search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Perjuangan Pj Gubernur Sulsel Temui Warga Korban Bencana di Latimojong dan Bajo Barat

Lewati Titian Bambu di Tengah Derasnya Arus Sungai
doelbeckz - Pluz.id Kamis, 09 Mei 2024 16:00
PERJUANGAN. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berjuang melewati titian bambu yang difungsikan sebagai jembatan darurat di tengah arus sungai yang sangat deras saat menemui warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terisolir di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Kamis (9/5/2024). foto: istimewa
PERJUANGAN. Pj Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, berjuang melewati titian bambu yang difungsikan sebagai jembatan darurat di tengah arus sungai yang sangat deras saat menemui warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terisolir di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Kamis (9/5/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, LUWU – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Bahtiar Baharuddin, menemui warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terisolir di Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, Kamis (9/5/2024).

Meskipun ia harus berjibaku dengan medan yang sulit, hingga melewati titian bambu yang difungsikan sebagai jembatan darurat di tengah arus sungai yang sangat deras.

Selain Kecamatan Latimojong, Bahtiar juga mengunjungi titik banjir dan longsor di Kecamatan Bajo Barat.
Turut serta Komandan Lantamal VI (Danlantamal VI) Makassar, Brigjen TNI (Mar) Andi Rahmat M.

Bahtiar dan Andi Rahmat mengecek semua posko di Kecamatan Latimojong dan Bajo Barat untuk memastikan kebutuhan masyarakat di seluruh wilayah terdampak bencana alam terpenuhi. Terutama sembako, kebutuhan air bersih, pakaian dan alat penerangan.

Sekedar informasi, Desa Kadundung, Latimojong, terisolir setelah jembatan penghubung dengan sejumlah desa tetangga putus akibat banjir yang melanda, Jumat (3/5/2024) lalu.

Lalu di Desa Pajang sendiri, longsor mengakibatkan satu keluarga meninggal dunia.

Kemudian di Desa Saronda, Kecamatan Bajo Barat, ada sejumlah rumah dan fasilitas umum hanyut terbawa arus banjir.
Begitupun di Desa Bone Lemo, tercatat rumah hanyut delapan unit, rumah rusak parah sembilan unit, rumah terendam lima unit, dan hampir 60 persen akses air bersih masyarakat setempat belum terpenuhi.

“Alhamdulillah, di Latimojong sudah tertangani, bahkan disana sudah ada posko sebagai pusat pelayanan. Begitu juga kebutuhan seperti sembako dan kebutuhan vital lainnya sudah disediakan setiap saat,” kata Bahtiar, usai peninjauan.

Menurutnya, untuk tanggap darurat berdasarkan penentuan dari BNPB, 14 hari merupakan waktu tanggap darurat. Sementara, untuk penanganan seperti perbaikan jembatan dan perbaikan jalan dipercepat agar bisa tembus ke seluruh daerah terdampak bencana alam melalui jalur darat.

“Kita sudah tetapkan 14 hari darurat bencana. Namun, sejauh ini sudah cukup tertangani. Sejumlah wilayah terdampak dan para korban sudah diberikan pelayanan, lebih-lebih pelayanan kesehatan sudah disiapkan tenaga kesehatan maupun obat-obatan,” jelasnya.

“Terima kasih atas bantuan dari berbagai daerah dan seluruh BUMN, BUMD, dan seluruh pihak, serta perusahaan yang sudah memberikan sumbangan untuk bencana alam di Sulawesi Selatan,” ucap Bahtiar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top