search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulsel Sampaikan Pesan Penting Presiden

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 22 Mei 2024 09:00
Zudan Arif Fakrullah. foto: istimewa
Zudan Arif Fakrullah. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dalam silaturahmi yang diadakan di Pelataran Inninawa, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (20/5/2024), Penjabat Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrullah didampingi Penjabat Ketua TP PKK Sulsel Ninuk Triyanti menyampaikan pesan penting dari Presiden RI Joko Widodo.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini saya mohon doa dan dukungan dari Ibu dan Bapak semuanya agar saya dapat menjalankan amanah yang diberikan oleh Bapak Presiden RI Bapak Ir Joko Widodo beserta Bapak Menteri Dalam Negeri Bapak Profesor Tito Karnavian,” ujar Zudan.

Hadir dalam acara tersebut Forkopimda Sulsel, para rektor perguruan tinggi negeri dan swasta, para bupati dan wali kota, pejabat tinggi pratama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel, para pimpinan instansi vertikal wilayah Sulsel, serta pimpinan BUMN/BUMD.

“Saya bersama istri hadir di tempat ini tentu karena kehendak Allah Subhana Wa Ta’ala,” katanya.

Zudan menyampaikan harapannya untuk dapat melayani 9,4 juta penduduk Sulsel dan bahwa masa jabatannya akan menjadi ladang ibadah yang membawa keberkahan bagi semua.

“Merupakan daerah dengan jumlah penduduk terbesar di luar Pulau Jawa, hanya Sumatera Utara yang memiliki jumlah penduduk lebih besar dari Sulsel,” katanya.

Zudan menekankan tugas-tugas penting yang diberikan Presiden RI kepada kepala daerah. Termasuk mengendalikan inflasi, menurunkan kemiskinan ekstrem, menurunkan stunting, mempercepat proses perizinan investasi, memaksimalkan belanja APBD untuk PDN, memaksimalkan potensi daerah kabupaten dan kota, menjaga stabilitas politik dan keamanan menjelang Pemilu 2024, serta menjamin kebebasan beragama.

Zudan yang telah tiga kali dipercaya sebagai Penjabat Gubernur di berbagai provinsi, termasuk Gorontalo dan Sulbar, menegaskan, program Presiden Jokowi telah konsisten dalam upaya menurunkan tingkat kemiskinan dan kemiskinan ekstrem di negara ini.

“Program Bapak Jokowi itu konsisten, sejak saya di Gorontalo konsisten untuk menurunkan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem,” paparnya.

Dalam hal penanganan stunting, Zudan menyampaikan tekad Presiden untuk menurunkan angka stunting menjadi 14 persen di tahun ini.

Ia meminta dukungan dari Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, BKKBN, dan tokoh masyarakat untuk menyebarkan informasi tentang pentingnya nutrisi, terutama bagi anak-anak hingga usia dua tahun agar masih dapat mengonsumsi Air Susu Ibu (ASI).

Zudan juga menekankan pentingnya pendidikan dan kesehatan bagi generasi muda.

“Ini adalah yang harus kita tangani bersama, yakni inflasi, kemiskinan, stunting, dan pencegahan pernikahan anak,” katanya.

Selain itu, ia juga memuji penanganan inflasi di Sulsel, yang pada Mei 2024 mencatat inflasi year on year sebesar 2,6 persen, salah satu yang terendah di Indonesia atau terendah nomor tujuh seluruh Indonesia.

“Ini yang dilakukan Mas Bahtiar, Pak Sekda dan teman-teman PPID, bersama BI, BPS dan ini bagus sekali,” ucapnya.

Zudan menantang para pemangku kepentingan untuk menurunkan tingkat inflasi lebih lanjut menjadi 2,1 persen, yang akan berdampak positif pada sentimen pasar dan harga konsumen. Namun, yang penting nilai tukar petani tetap di atas 100 agar tidak rugi.

Dengan semangat kolaborasi, Zudan mengajak semua pihak untuk membawa Sulsel ke tingkat yang lebih tinggi.

“Mari kita bersama-sama membawa masyarakat Sulsel untuk lebih berbahagia dan sejahtera,” tutupnya.

Sementara, Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulsel, Andi Muhammad Arsjad, menyampaikan kesannya sejak pertama menghadiri pelantikan Zudan.

Setelah pelantikan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang masih ada di Jakarta langsung melaksanakan pertemuan bersama Zudan.

“Saya pikir di pertemuan itu untuk kenal-kenalan. Ternyata beliau meminta kami menjelaskan kondisi Sulawesi Selatan. Beliau langsung melakukan mapping, pemetaan kondisi Sulawesi Selatan, seperti apa dan sampai dengan tadi itu sudah rapat koordinasi ketiga, itu katanya belum apa-apa itu. Jadi langsung tancap gas,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top