search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulbar Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Terkendali di Polman

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 30 Mei 2024 13:00
INTERAKSI. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, berinteraksi dengan salah seorang padagang di Pasar Baru Polewali, Polman, Sulbar, Kamis (30/5/2024). foto: istimewa
INTERAKSI. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, berinteraksi dengan salah seorang padagang di Pasar Baru Polewali, Polman, Sulbar, Kamis (30/5/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, POLMAN – Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, melanjutkan kunjungan kerja di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), usai menemui korban terdampak longsor di Kabupaten Mamasa.

Seperti diketahui Bahtiar ke Mamasa membawa bantuan logistik bagi korban bencana di Kecamatan Aralle, Bambang, Pana dan Mambi.

Hari ini, Kamis (30/5/2024), Pj Gubernur Sulbar tiba di Polewali dan langsung melakukan kunjungan ke Polewali Mandar dengan berbagai agenda.

Pada kunjunga kerja perdana di daerah yang berbatasan langsung dengan Sulsel ini, Bahtiar mengunjungi Pasar Baru Polewali didampingi Pj Bupati Polman Ilham Borahima, pimpinan Forkopimda, jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan Pemkab Polman.

Dalam kunjungannya, Bahtiar memasuki setiap setapak pasar lalu bercengkrama dengan para pedagang. Seperti pedagang telur, sayuran, ikan, tomat, dan lainnya.

Bahtiar hendak mengecek langsung dan mengetahui harga di pasaran.

“Kita ingin memastikan harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan. Tadi mulai harga ikan cakalang, katombi, sampai banjar relatif stabil harganya rata-rata Rp 25 ribu per kilo gram,” kata Bahtiar.

Begitupun, harga bawang merah, cabai, hingga telur juga relatif stabil harganya. Apalagi, saat ini inflasi di Sulbar sangat bagus masuk sepuluh besar dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Jadi kita bukan hanya bicara menekan inflasi, tapi bagaimana harga bahan pokok tidak mengalami kenaikan signifikan dan tidak mengalami penurunan. Harganya mesti stabil,” bebernya.

Salah satu, pedagang telur, Jumraeni, mengungkapkan, harga telur saat ini realitif turun di pasaran.

“Sudah tidak mengalami kenaikan, harganya sekarang telur sudah Rp 50 ribu per rak. Begitu juga gula merah yang saya jual tidak mengalami kenaikan,” ucap Jumraeni.

Namun, ia berharap, adanya perhatian ke para pedagang terkait tata kelola pasar.

“Kami juga dengar akan ada kenaikan karcis, semoga tidak terjadi. Semoga ada juga bantuan ke pasar biar rapi penjualan pedagang,” ujarnya.

Sedangkan, pedagang lainnya, Nahida, menuturkan, beberapa harga komoditi sudah mengalami penurunan.

“Sekarang harga bawang merah, cabai, dan bahan pokok lainnya relatif stabil semua,” jelasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top