search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulsel dan Danny Pomanto Sepakat Tak Bakal Terbitkan Izin Diskotik W Super Club

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 01 Juni 2024 13:00
PENGAJIAN. Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri Ngaji Bareng Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Makassar, Jumat (31/5/2024) malam. Zudan Arif dan Danny Pomanto berjanji tidak akan menerbitkan izin diskotek atau kelab malam (THM/Tempat Hiburan Malam) W Super Club di Kawasan CPI Makassar. foto: istimewa
PENGAJIAN. Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh bersama Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menghadiri Ngaji Bareng Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Makassar, Jumat (31/5/2024) malam. Zudan Arif dan Danny Pomanto berjanji tidak akan menerbitkan izin diskotek atau kelab malam (THM/Tempat Hiburan Malam) W Super Club di Kawasan CPI Makassar. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, berjanji tidak akan menerbitkan izin diskotik atau kelab malam (THM/Tempat Hiburan Malam) W Super Club di Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar.

Hal itu ditegaskan Zudan saat memberikan sambutan Ngaji Bareng Ustadz Abdul Somad (UAS) di Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Makassar, Jumat (31/5/2024) malam.

“W Super Club izinya untuk bar. Bukan untuk dansa, tari-menari, night club. Tidak ada itu!. Selama saya jadi Pj Gubernur akan saya jaga tidak akan terbit izin untuk diskotik,” tegas Zudan.

Untuk itu, ia mengajak seluruh jemaah untuk sama-sama menjaga Sulsel pada umumnya dan Kota Makassar khususnya agar menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghofur.

Pernyataan ini, sejalan dengan sikap Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, yang sejak awal mengawal agar tidak ada aktivitas THM di W Super Club.

Sikap itu ditunjukkan Danny Pomanto dengan mengumpulkan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Islam mulai dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Nadhatul Ulama (NU), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Polrestabes Makassar.

Danny berdialog bersama dengan Ormas Islam dan meminta pendapat perihal hadirnya W Super Club yang mengundang banyak polemik.

Selain dianggap merusak moral anak bangsa, serta bertentangan dengan program Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, yaitu Penguatan Keimanan Umat dan Jagai Anakta’, lokasi W Super Club juga dekat dengan Masjid 99 Kubah Asmaul Husna Makassar dan sekolah.

“Izin THM itu kita belum lihat, inilah yang kita perjuangkan. Berarti di W Super Club tidak ada praktik THM,” tegas Danny di sela-sela diskusi bareng Ormas Islam di Jl Amirullah, Kota Makassar, Jumat (31/5/2024) sore.

Berdasarkan OSS, izin diskotik/klub malam merupakan kelompok usaha yang mencakup penyediaan jasa pelayanan minum sebagai kegiatan utama di mana menyediakan juga tempat dan fasilitas untuk menari dengan diiringi musik hidup, atraksi pertunjukkan lampu sebagai layanan tambahan serta adanya pramuria.

Sementara, bar merupakan kelompok usaha yang mencakup kegiatannya menghidangkan minuman beralkohol dan nonalkohol serta makanan kecil untuk umum di tempat usahanya dan telah mendapatkan izin dari instansi yang membinanya.

Polrestabes Makassar saat ini, telah menutup sementara W Super Club yang berlokasi di Kawasan CPI Makassar.

Hal itu disampaikan Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Darminto di hadapan Wali Kota Danny Pomanto saat berdialog bersama seluruh Ormas Islam di Amirullah.

Penutupan W Super Club dilakukan demi untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

“Kita sampaikan demi menjaga keamanan dan ketertiban. Sampai waktu yang tidak ditentukan (penutupan W Super Club),” ucap AKBP Darminto. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top