search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pj Gubernur Sulsel Buka Rakor Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi

Menuju Era Satu Data Integrasi untuk Pembangunan
doelbeckz - Pluz.id Selasa, 04 Juni 2024 19:00
PEMBUKAAN. Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi di Hotel Swissbell Makassar, Selasa (4/6/2024). foto: istimewa
PEMBUKAAN. Pj Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, membuka Rapat Koordinasi Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi di Hotel Swissbell Makassar, Selasa (4/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Penyelenggaraan Informasi Geospasial Regional Sulawesi di Hotel Swissbell Makassar, Selasa (4/6/2024).

Zudan menyampaikan, kegiatan ini penting, karena telah terjadi pergeseran yang luar biasa dalam hidup. Dulu bekerja berbasis kertas untuk menyajikan data, kemudian mulai data didigitalkan, serta menyajikan pada layar elektronik.

“Jadi kita mulai bergerak ke digital. Maka harus bertransformasi digital berbasis data,” katanya.

Hal pertama yang harus dilakukan, kata Zudan, adalah membuat satu data. Kedua, menetapkan institusi untuk mengelola data.

Zudan menjelaskan, di tempatnya memimpin sebelumnya di Sulbar, bulan lalu telah melaunching ‘Satu Data’.

Iapun menargetkan di Sulsel dapat launching pada Juli mendatang. Dengan bimbingan Badan Geospasial Indonesia menghadirkan Satu Data Sulsel, ini akan membantu secara terfokus.

Zudan mengakui, telah merasakan manfaatnya ketika menjadi Dirjen Dukcapil, membangun basis peta dengan menempelkan data demografi dan statistik. Sistem ini dikerjasamakan dengan Badan Informasi Geospasial (BIG). Ini kemudian mendapatkan penghargaan terbaik kedua di dunia.

Sistem ini dapat mengetahui pendidikan dan kesehatan warga.

“Misalnya, bisa mencari warga pendidikan doktor, perempuan usia 30-an tahun di Jeneponto,” jelasnya.

Terkait rencana pengembangan geospasial selanjutnya, ia mendukung kegiatan ini. Dengan satu data, satu peta, maka akan bergerak ke level internasional, karena akurasinya tinggi.

“Satu data, satu peta manfaatnya banyak sekali dan luar biasa,” jelasnya.

Zudan menambahkan, penerapan satu data ini masuk dalam rencana kerja pemerintah dan telah dianggarkan.

Sementara, Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG), Muh Aris Marfai, dalam kesempatan tersebut, menjelaskan, terkait pemanfaatan geospasial. Untuk kepentingan Pemda, dalam perencanaan pembangunan, yakni tata ruangan dan pembangunan jangka menengah dan panjang, dimana selalu membutuhkan peta, dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) adalah peta dasar yang diselenggarakan BIG.

Turut hadir, Direktur Tata Ruang, Pertanahan dan Penanggulangan Bencana Kementerian PPN/Bappenas Uke Muhammad Hussein dan Rektor Universitas Hasanuddin, Prof Jamaluddin Jompa. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top