search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemprov Sulsel Raih Dua Rekor MURI, 24.913 Pelajar Menari Padduppa Kenakan Baju Bodo

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 12 Juni 2024 21:00
REKOR MURI. Dua rekor MURI berhasil diraih Pemprov Sulsel pada Festival Sulsel Menari di Lego-lego, CPI Makassar, Rabu (12/6/2024). foto: istimewa
REKOR MURI. Dua rekor MURI berhasil diraih Pemprov Sulsel pada Festival Sulsel Menari di Lego-lego, CPI Makassar, Rabu (12/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dua rekor MURI berhasil diraih Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel pada Festival Sulsel Menari di Lego-lego, Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Rabu (12/6/2024).

Dimana, 24.913 pelajar secara serentak di 24 kabupaten/kota menarikan Tari Padduppa, mengenakan Baju Bodo, baju adat khas Sulsel.

Rekor MURI yang pertama dicatatkan dengan kategori Penari Pelajar Terbanyak. Kedua, adalah kategori Penggunaan Baju Bodo Terbanyak.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Provinsi Sulsel, Muhammad Arafah, mengatakan, Festival Sulsel Menari sekaligus rekor MURI tersebut berhasil diraih, karena support dari Dinas Pendidikan dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain, yang bahu membahu demi suksesnya event tersebut. Khususnya arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, yang mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Saya kira, pencapaian rekor dunia ini tidak lepas dari kerja keras teman-teman dan juga arahan dari Bapak Gubernur Zudan Arif Fakrulloh yang tidak henti-hentinya mensupport kami dan memonitor setiap gerak langkah kami, sehingga pencapaian puncak pada hari ini bisa terlaksana dengan baik,” ucap Arafah, Rabu (12/6/2024).

Menurutnya, peserta terdiri dari 24 kabupaten/kota. Masing-masing kabupaten/kota mengutus seribu penari, bahkan ada kabupaten kota yang mengutus lebih dari seribu penari.

“Tentu, saya merasa sangat senang, bangga dan terharu, karena rupanya kita kompak, sesuai dengan tema Sulsel Menari, South Sulawesi in Harmony, Sulawesi dalam keharmonisan,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pencatatan rekor MURI ini, sekaligus untuk memproklamirkan di seluruh dunia bahwa Tari Padduppa memang khas dari Sulsel, begitupun dengan Baju Bodo yang kerap digunakan pada hari-hari penting atau momen bersejarah serta acara besar lainnya.

Selain itu, kata Arafah, Festival Sulsel Menari ini memiliki dampak secara ekonomi, khususnya kepada mereka yang bergerak di bidang kesenian, bahkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Salah satu penari pelajar dari SMA Katolik Rajawali, Jeni Frans, mengaku, bangga bisa ambil bagian dalam Festival Sulsel Menari tersebut, dan membawa nama baik sekolah. Selain itu, bisa saling mengenal dengan penari dari sekolah lain, sekaligus menambah pengalaman pribadi.

“Kami latihan kurang lebih seminggu. Semoga melalui kegiatan ini, tarian daerah lebih dilestarikan lagi,” tuturnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top