search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Berlangsung Meriah, Pj Gubernur Harap Sulsel Menari Kembali Digelar Tahun Depan

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 16 Juni 2024 14:45
PENUTUPAN. Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh didampingi istri Ninuk Triyanti Zudan tampil sekaligus secara resmi menutup Festival Sulsel Menari di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu (15/6/2024) malam. foto: istimewa
PENUTUPAN. Gubernur Sulsel Zudan Arif Fakrulloh didampingi istri Ninuk Triyanti Zudan tampil sekaligus secara resmi menutup Festival Sulsel Menari di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu (15/6/2024) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Setelah delapan hari penuh kegembiraan dan tarian, Festival Sulsel Menari mencapai puncaknya dengan pencapaian dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Sebanyak 24.913 pelajar dari 24 kabupaten dan kota di Sulsel bersama-sama menarikan Tari Padduppa dan mengenakan Baju Bodo, menunjukkan kekayaan budaya daerah.

Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh, secara resmi menutup Festival Sulsel Menari di Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu (15/6/2024) malam.

Dalam penutupannya, Zudan menyatakan, harapannya agar acara perdana ini kembali dilaksanakan tahun depan.

Ia mengucapkan terima kasih kepada semua peserta dan penonton yang telah meramaikan acara tersebut.

“Dengan mengucap Alhamdulillah semoga tahun depan bisa kita adakan lagi, acara kita Sulsel Menari, South Sulawesi in Harmony, Sulawesi Selatan dalam Harmoni secara resmi saya nyatakan ditutup,” kata Zudan.

Festival ini tidak hanya sukses dalam mempromosikan budaya, tetapi juga dalam menggerakkan ekonomi lokal dengan catatan kunjungan sekitar 21.000 pengunjung dan transaksi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mencapai Rp312 juta selama tujuh hari. Serta total viewer sosial media 1 juta dan terus bertambah.

“Kegiatan ini sangat positif bisa menggerakkan ekonomi selama delapan hari,” ungkapnya.

Ia berharap, dengan budaya dan seni bisa menjaga persaudaraan sebagai sesama manusia.

Zudan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh penampil di Sulsel Menari. “Kalian hebat luar biasa,” ucapnya.

Demikian juga masyarakat yang datang menonton meramaikan Lego-lego, Center Point of Indonesia.

“Untuk Bapak Ibu masyarakat, bupati dan wali kota, kepala dinas pendukung acara ini, terutama tim dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan, delapan hari ini kita menunjukkan Sulawesi Selatan sangat kompak,” imbuhnya.

Salah seorang warga Makassar yang turut hadir, Reva, menyambut baik acara ini dan berharap agar festival positif seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang.

“Acaranya seru banget, banyak penampilan tari, fashion juga,” tuturnya.

Acara penutupan diisi dengan berbagai penampilan tarian khas Sulsel serta tarian dari Yogyakarta dan Sumatera Barat, menambah semarak perayaan budaya yang telah memperkuat persaudaraan dan kompaknya masyarakat Sulawesi Selatan. Serta bintang tamu Adi X-Naff.

Adapula penampilan fashion show wastra Sulsel yang diperagakan Pj Gubernur Sulsel Zudan beserta isteri Ninuk Triyanti Zudan, bupati dan wali kota, Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta lembaga dan instansi vertikal berserta pasangan. Ini mendapatkan sambutan yang luar biasa.

Zudan bersama istri menggunakan wastra dengan motif cobo-cobo dan corak labba’. Motif ‘Cobo-cobo’ adalah salah satu motif khas dari kain tenun Sengkang, Sulsel. Motif ini dirangkai menggunakan benang sutera dengan warna yang mencolok dan sering ditemukan dalam bentuk garis-garis vertikal pada kain tenun tersebut.

Motif ‘Cora Labba’ adalah tenun sutra dengan motif besar yang berasal dari daerah Gowa, Sulsel. Motif ini memiliki makna keseimbangan hidup dan pada masa lalu, hanya dipakai para bangsawan suku Bugis. Motif ini istimewa karena warisan budaya tak benda dari Sulsel yang diwariskan secara turun temurun. Busana ini juga merupakan karya seni yang mengambarkan keelokan dan keagunan tradisi luhur.

Setelah kembang api dinyalakan dan lampu panggung Festival Sulsel Menari dimatikan, diharapkan membawa pulang kenangan indah dari perayaan budaya yang telah mempererat tali persaudaraan dan menginspirasi harapan untuk pertemuan serupa yang akan datang, sembari meninggalkan jejak positif pada kekompakan masyarakat dan perekonomian Sulsel. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top