search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto akan Jamu Peserta Program Budaya ICP 2024

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 20 Juni 2024 15:12
AUDIENSI. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menerima audiensi Panitia Kegiatan 7th ICP 2024 di Jl Amirullah, Kota Makassar, Kamis (21/6/2024). foto: istimewa
AUDIENSI. Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menerima audiensi Panitia Kegiatan 7th ICP 2024 di Jl Amirullah, Kota Makassar, Kamis (21/6/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, menyambut baik International Cultural Program (ICP) 2024 yang diselenggarakan Departemen Hubungan International Universitas Hasanuddin (Unhas).

Danny Pomanto bahkan akan menjamu peserta program budaya ICP 2024 dari 31 negara untuk menikmati keindahan sunset di Makassar dengan berlayar menggunakan Kapal Pinisi mengarungi Pantai Losari.

“Nanti kita jamu peserta ICP 2024 dari 31 negara di atas Kapal Pinisi. Selain bisa melihat salah satu sunset terbaik di dunia, juga sekaligus mengenal lebih dekat Kapal Pinisi yang menjadi kebanggaan masyarakat Sulsel,” kata Danny saat menerima audiensi Panitia Kegiatan 7th ICP 2024 di Jl Amirullah, Kota Makassar, Kamis (21/6/2024).

Mengusung tema ‘Budaya Maritim Sulawesi Selatan’, para peserta akan berlayar mengunakan Kapal Pinisi hingga berkunjung ke PPLH Putondo Takalar.

Di Putondo, peserta belajar tentang ekosistem laut, makanan tradisional, hingga mengamati aktivitas nelayan Takalar.

Rencananya, peserta program budaya ICP 2023 dari 31 negara akan mengikuti sesi kelas, malam budaya, hingga kunjungan lapangan ke beberapa situs budaya dan sejarah di Sulsel mulai 3-10 Juli 2024, mendatang.

Melalui program budaya ini, diharapkan, semakin memperluas promosi Kota Makassar di kancah International. Mulai Makassar sebagai kota yang Sombere dan Smart, Makassar Kota Makan Enak, hingga Makassar Kota Festival Tepian Air.

Program Budaya ICP yang diselenggarakan Departemen Hubungan International Universitas Hasanuddin sudah berlangsung selama tujuh tahun sejak awal dimulai 2008 lalu.

Para peserta akan mengenal kekayaan budaya Sulsel melalui kunjungan lapangan dan mempelajari pengenalan bahasa Indonesia dan tarian tradisional.

Program ini juga memberi kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk menghabiskan liburan musim panas mereka dengan mengunjungi situs bersejarah dan terlibat dalam kekayaan pengalaman budaya Sulsel, Indonesia. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top