search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

KPU Sulsel Tekankan Peran Penting Media dalam Mensosialisasikan Pilkada Serentak 2024

doelbeckz - Pluz.id Senin, 08 Juli 2024 20:48
SOSIALISASI. KPU Provinsi Sulsel menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Cafe Demokrasi Pemilihan Serentak 2024 di Red Corner Cafe Makassar, Senin (8/7/2024). foto: istimewa
SOSIALISASI. KPU Provinsi Sulsel menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Cafe Demokrasi Pemilihan Serentak 2024 di Red Corner Cafe Makassar, Senin (8/7/2024). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulsel menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, Cafe Demokrasi Pemilihan Serentak 2024 di Red Corner Cafe Makassar, Senin (8/7/2024).

Kegiatan tersebut dibuka Komisioner KPU Sulsel Divisi Sosialisasi KPU, Hasruddin Husain. Juga dihadiri Komisioner Marzuki Kadir, Romi Harminto, serta sejumlah perwakilan media cetak, online, dan elektronik.

Agenda ini menampilkan dua pembicara dari praktisi media, yakni Komisaris Harian Berita Kota Makassar yang juga Direktur Media Online ujungjari.com Fachruddin Palapa serta dosen UIN Alauddin yang juga mantan Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Sulsel Andi Fadli.

Haeruddin Husain pada kesempatan ini, memaparkan tahapan Pilkada Serentak 2024 yang akan dilaksanakan ke depan.

Ia mengulas, saat ini, tahapan Pilkada Serentak sudah memasuki tahapan coklit yang mulai berlangsung 24 Juni hingga 24 Juli 2024 mendatang.

Progres coklit hingga Minggu (8/7/2024) pukul 20.00 WITA sudah mencapai 92,6 persen data pemilih yang masuk. Kendati saat ini masih dalam tahapan coklit, sudah ada kabupaten/kota yang merampungkan, yakni Kabupaten Sidrap. Sementara, sejumlah kabupaten/kota sudah nyaris merampungkan, seperti Takalar yang sudah capai 98 persen.

“Ada juga yang masih di angka 70-an persen. Seperti Kabupaten Kepulauan Selayar, karena kondisi demografi yang cukup sulit,” ungkap Haeruddin yang juga mantan Ketua KPU Parepare.

Untuk tahapan pendaftaran 24-27 Agustus 2024 mendatang. Sementara, penetapan calon 24 September 2024. Adapun tahap pemilihan akan dilaksanakan 27 November mendatang.

“Kami berharap teman-teman media bisa membantu KPU dalam mensosialisasikan tahapan-tahapan Pilkada Serentak ke masyarakat. Termasuk kami butuh masukan agar tahapan Pilkada, khususnya saat kampanye bisa terukur dan diterima masyarakat,” jelas lelaki yang akrab disapa Uceng ini.

Sementara, Fachruddin Palapa mengatakan, relevansi antara media dengan pelaksanaan Pilkada Serentak sangat penting.

Media harus bisa mengawal Pilkada dengan prinsip netralitas. Khususnya dalam mengemas pemberitaan.

Apalagi, dalam bekerja banyak regulasi yang mengatur. Dimana media harus berdiri di semua golongan, termasuk dalam konteks Pilkada.

Selain itu, kata Fachruddin, dalam organisasi profesi, kerja-kerja wartawan diatur kode etik jurnalistik yang menekankan pentingnya netralitas.

Hal itu diukur dalam dua indikator, yakni tidak berpihak dan menjadi bagian dalam kandidat tim sukses serta memberi porsi yang sama pada semua kandidat.

Sementara, Andi Fadli mengingatkan pentingnya melakukan cek, ricek, dan kroscek dalam menulis setiap pemberitaan Pilkada. Hindari membuat berita yang terindikasi hoaks, karena bisa merusak demokrasi.

“Media jangan menjadi pemicu hoaks, karena bisa merusak demokrasi kita,” tegas Andi Fadli. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top