PLUZ.ID, MAKASSAR – Dinas Komunikasi Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Provinsi Sulsel terus berupaya memberikan layanan terbaik untuk proses bisnis secara digital atau elektronik.
Baik itu layanan digital government to government, government to business, dan tentu government to public.
Buktinya, saat ini sudah ada sepuluh aplikasi yang ditelorkan Diskominfo-SP Sulsel masuk dalam interoperabilitas-nya Kementerian Kominfo 2024 ini.
Aplikasi yang masuk dalam Interoperabilitas adalah aplikasi yang bisa berbagi dan menerima.
“Aplikasi yang bisa berbicara antara aplikasi satu dengan aplikasi lainnya. Itu menggunakan API (Application Programmer Interface),” ungkap Sultan Rakib, Sekretaris Diskominfo-SP Provinsi Sulsel, Selasa (3/9/2024).
Sultan mengatakan, seluruh aplikasi tersebut saat ini masuk dalam sistem Penghubung Layanan Pemerintah atau SPLP yang dirancang dan dibangun Dirjen Aptika Kementerian Kominfo.
Ini juga, tak lepas dari arahan dari Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel, Zudan Arif Fakrulloh.
Kesepuluh aplikasi tersebut adalah Assessment, Izinpenelitian, Satudatasulsel, Ekinerja, Nonasn, Smartoffice, Ephinisi, Pangkat, Esakip, dan Proptsp.
“Berdasarkan arahan kemnerian kominfo akan kita terus SPLP-kan sejumlah aplikasi Pemprov Sulsel. Ini penting agar aplikasi kami tidak selo-selo, tapi terintegrasi sehingga lebih bermanfaat,” jelas Sultan Rakib.
Sekedar diketahui, Sistem Penghubung Layanan Pemerintah (SPLP) merupakan Infrastruktur SPBE yang berfungsi sebagai perangkat integrasi yang terhubung dengan sistem penghubung layanan instansi pusat dan pemerintah daerah untuk melakukan pertukaran layanan SPBE antar antar instansi pusat dan/atau pemerintah daerah.
Penggunaan Sistem Penghubung Layanan pemerintah bertujuan untuk memudahkan dalam melakukanintegrasi antar layanan SPBE. (***)