search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Danny Pomanto Perkuat Strategi Menangkan Pilgub Sulsel 2024 di Wajo

doelbeckz - Pluz.id Jumat, 18 Oktober 2024 10:00
DIALOG. Calon Gubernur Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto, berdialog bersama tokoh masyarakat, komunitas, dan Quasar se-Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024) malam. foto: istimewa
DIALOG. Calon Gubernur Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto, berdialog bersama tokoh masyarakat, komunitas, dan Quasar se-Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024) malam. foto: istimewa

PLUZ.ID, WAJO – Calon Gubernur Sulsel, Moh Ramdhan Pomanto, terus memperkuat strategi untuk bisa menang pada kontestasi politik lima tahunan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2024 di Kabupaten Wajo.

Sebagai daerah dengan jumlah suara terbesar keempat di Sulsel, Danny Pomanto berdialog bersama tokoh masyarakat, komunitas, dan Quasar se-Kabupaten Wajo, Kamis (17/10/2024) malam.

Menurutnya, perjuangan memenangkan Pilgub Sulsel bukan hanya sekadar memenangkan pasangan Danny Pomanto-Azhar Arsyad (DIA), melainkan memenangkan masa depan untuk pembangunan lima tahun ke depan.

“Tugas kita untuk memenangkan ini cerdaskan masyarakat, karena hanya kecerdasanlah yang mampu membaca kecerdasan,” katanya.

Untuk itu, Pilkada ini menjadi momentum untuk mengubah nasib menjadi lebih baik. Oleh karena itu, dibutuhkan strategi khusus untuk meyakinkan masyarakat, khususnya emak-emak.

“Di posisi seperti ini adalah momentum untuk meyakinkan masyarakat. Militansi ibu-ibu beda sama militansi bapak-bapak. Jadi ini kesempatan tidak datang dua kali,” tuturnya.

Dengan banyaknya pengalaman yang ia miliki dalam membangun Kota Makassar, sebagai Wali Kota Makassar dua periode, Danny bertekad untuk membangun Sulsel dengan kekayaan alam yang dimilikinya.

Danny Pomanto bersama Azhar Arsyad bahkan sudah mempunyai konsep membangun Sulsel di sembilan kawasan secara serentak. Termasuk Kawasan Dataran Subur Walanae yang masuk wilayah Kabupaten Wajo.

Bahkan, dirinya bertekad menyejahterahkan petani dan nelayan melalui konsep Government Offtaker dengan membeli produk petani dan nelayan denga lharga yang terbaik.

“Sulsel kaya sekali, cuma memang banyak yang tidak melihat kekayaan itu. Kemarin di Bone saya cerita soal kepiting. Di Salomekko kepiting harganya Rp10 ribu, tapi di negara maju itu bisa sampai Rp1 juta. Kalau itu bisa kita kelola dengan baik maka bisa meningkatkan pendapatan kita,” tutupnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top