search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pantauan Pasar di Mamuju, Produksi Cabai Kurang dan Harga Beras Mulai Melonjak

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 14 Januari 2025 11:02
PEMANTAUAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, memantau langsung harga komoditas pangan di Mamuju, Selasa (14/1/2025). foto: istimewa
PEMANTAUAN. Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, memantau langsung harga komoditas pangan di Mamuju, Selasa (14/1/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAMUJU – Penjabat (Pj) Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin, memantau langsung harga komoditas pangan di Mamuju, Selasa (14/1/2025).

Hal ini sebagai tindak lanjut arahan Menteri Dalam Negeri dalam memberi atensi terkait perkembangan harga pangan di awal 2025.

Berdasarkan hasil pantauan di Mamuju, terdapat perbedaan harga cabai rawit antara Mamuju dan Majene. Hal itu juga disebabkan, perbedaan varietas yang dijual. Sementara, komoditas yang mengalami kenaikan, seperti telur dan beras.

“Beras itu rata-rata kenaikan per karung 5 kg, kenaikan Rp2.000. Ini nanti kita cek dulu, apakah ada kenaikan pada harga eceran tertinggi yang ditetapkan,” kata Bahtiar.

Hal lain, Bahtiar juga memantau berkurangnya pasokan beras SPHP dan Minyak Kita di sejumlah toko kemitraan Bulog.

“Kalau harga lainnya cukup stabil, seperti cabai merah besar, bawang, tepung,” kata Bahtiar.

Menurutnya, perlu memberi atensi terhadap sejumlah komoditas, seperti cabai rawit, apalagi pihaknya sudah menganggarkan untuk penyaluran bantuan bibit cabai pada APBD Perubahan. Ditambah anggaran melalui APBD 2025.

Untuk itu, Bahtiar meminta Dinas Pertanian kembali mengevaluasi penyaluran bibit cabai dan perlu bekerja keras untuk mendorong produksi cabai di Sulbar. Salah satu upaya mendorong masyarakat untuk melakukan penanaman secara massal.

“Saya kira masyarakat kalau dibimbing pasti mau, agar permasalahan cabai ini, bisa kita selesaikan ” ungkapnya

Kedua, soal bawang, mestinya harus swasembada, baik di tingkat kabupaten dan provinsi.

Ketiga, soal beras, Bahtiar akan mengomunikasikan ke pihak Bulog terkait penyebab kenaikan harga. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top