PDAM Makassar Minta Pendampingan BPKP Sulsel

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar Hamzah Ahmad menemui langsung Kepala Perwakilan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Sulsel Mohamad Risbiyantoro di Kantor BPKP Sulsel, Jumat (16/5/2025).

Kedatangan Hamzah Ahmad bersama pejabat kepala bagian untuk melakukan konsultasi langsung denga BPKP perihal pengembangan dan pemenuhan layanan air bersih di wilayah Timur Kota Makassar.

“Kehadiran kami tiada lain untuk meminta arahan dan bimbingan sekaligus pendampingan dari BPKP Sulsel, agar setiap kegiatan yang kami laksanakan selalu mendapat pengawasan dan masukan agar tidak ada yang dirugikan apalagi sampai berimplikasi hukum,” kata Hamzah.

Ia mengatakan, ke depan pihaknya akan melakukan berbagai pembangunan yang tujuannya untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Kota Makassar khusus di wilayah Timur kota yang hingga saat ini masih ada beberapa wilayah belum mendapatkan air bersih.

“Oleh karena itu, kami hadir di sini agar perencanaan pengembangan pemenuhan tidak ada kendala apapun,” paparnya.

Hamzah selaku penjabat direksi baru yang diberi amanah dan tanggung jawab Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, untuk melakukan penataan dan pembenahan, maka sudah sepantasnya terus melaksanakan koordinasi dengan BPKP agar terus mendapat arahan dan masukan.

“Tentunya kami butuh pendampingan agar apa yang menjadi harapan kita semua, yakni memenuhi kebutuhan air warga Kota Makassar dapat segera terlaksana sesuai dengan tenggat waktu yang kami sudah jadwalkan,” ujarnya.

Di hadapan Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Hamzah berharap, hasil konsultasi dengan BPKP dapat memberikan dukungan, masukan, bimbingan, dan arahan terhadap program tersebut.

Sementara, Kepala Perwakilan BPKP Sulsel, Mohamad Risbiyantoro, menyambut baik kedatangan pejabat PDAM Makassar.

Menurutnya, apa yang dilakukan Hamzah sudah sangat tepat.

“Memang setiap kegiatan yang dilakukan setiap institusi harus ada pengawasan supaya tidak lepas kontrol, baik mulai dari perencanaan penganggaran, proses pelaksanaan sampai penyelesaiannya,” jelas Mohamad Risbiyantoro. (***)

Berita Terkait
Baca Juga