PLUZ.ID, MAKASSAR – Dalam menghadapi dinamika bisnis yang terus berkembang
serta meningkatnya kompleksitas isu lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG), PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) berkomitmen untuk secara proaktif mengelola risiko dan peluang yang muncul dari aspek-aspek tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Direktur / CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, dikutip dari Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk 2024, Sabtu (7/6/2025), menjelaskan, dengan pendekatan berbasis data dan analisis mendalam, PT Vale Indonesia secara rutin memperbarui penilaian risiko ESG guna mengidentifikasi risiko dan tantangan yang berpotensi mempengaruhi operasional dan strategi bisnis.
Pada 2024, PT Vale Indonesia melanjutkan upaya ini, dengan melakukan penilaian risiko dan peluang ESG yang lebih komprehensif. Penilaian ini merupakan kelanjutan dari yang dilakukan pada 2022 dengan cakupan yang lebih luas serta mengacu pada referensi dan informasi terkini dari sumber internal maupun eksternal.
“Proses penilaian risiko dan peluang ESG ini juga menjadi bagian dari penilaian materialitas ganda (double materiality) untuk menentukan sejauh mana aspek ESG berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan (financial materiality),” ujarnya.
Tahapan Penilaian Risiko dan Peluang ESG
1. Kompilasi dan Penentuan Risiko dan Peluang ESG
Pada tahap ini, PT Vale Indonesia mengumpulkan dan menganalisis data risiko dari seluruh operasional di tiga lokasi utama, yaitu Sorowako, Bahodopi, dan Pomalaa. Selain mengompilas daftar risiko yang telah ada, PT Vale Indonesia juga mengidentifikasi risiko dan peluang baru berdasarkan analisis tren, pendapat ahli, serta kondisi faktual yang relevan dengan aspek ESG dan keberlanjutan perusahaan. Hasil dari proses ini adalah daftar risiko dan peluang ESG yang lebih komprehensif, terkini, dan mencakup seluruh operasional perusahaan.
2. Penilaian Risiko dan Peluang
Untuk menentukan risiko dan peluang ESG yang paling signifikan, PT Vale Indonesia menerapkan penilaian berdasarkan kemungkinan terjadinya (likelihood), konsekuensi finansial, toleransi risiko (risk appetite), prioritas risiko, serta dampaknya terhadap kinerja keuangan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang. Hasil penilaian ini memungkinkan PT Vale Indonesia mengidentifikasi risiko dan peluang yang paling krusial dan memiliki dampak terbesar terhadap perusahaan.
3. Mitigasi dan Rekomendasi
Berdasarkan hasil penilaian yang telah dilakukan, PT Vale Indonesia menyusun rencana mitigasi untuk mengurangi risiko serta rekomendasi strategis guna memaksimalkan pemanfaatan peluang.
Hasil Penilaian Risiko dan Peluang ESG
Berdasarkan erdasarkan penilaian komprehensif atas risiko dan peluang ESG menggunakan ISO 31000, standar IFRS S1 dan S2 dan FGD dengan Manajemen perusahaan, maka setidaknya terdapat tiga fokus utama dalam ESG, yakni:
1. Keterlibatan, Pelibatan, dan Interaksi dengan Komunitas
Keterlibatan, pelibatan, dan interaksi dengan komunitas merupakan prioritas strategis yang kami tangani secara sungguh-sungguh dan konsisten. Kami percaya bahwa setiap aktivitas operasional perusahaan harus mampu menciptakan nilai tambah nyata bagi para pemangku kepentingan utama kami. Oleh karena itu, PT Vale Indonesia berkomitmen melalui inisiatif investasi sosial sebagai upaya proaktif kami dalam membuka berbagai peluang baru bagi masyarakat sekitar, mempersiapkan komunitas agar dapat secara aktif terintegrasi dalam rantai nilai bisnis perusahaan, serta mendorong dampak positif nyata terhadap lingkungan hidup guna meningkatkan kualitas kehidupan mereka dan memastikan kondisi yang berkelanjutan pascatambang.
Kami menyadari adanya asimetri informasi yang mungkin timbul dalam hubungan dengan pemangku kepentingan, sehingga kami selalu mengedepankan dialog dan interaksi aktif dengan para pemangku kepentingan yang relevan. Dalam setiap kegiatan tersebut, kami senantiasa mengedepankan aspek hak asasi manusia untuk menjamin penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan keberlanjutan sosial.
2. Manajemen Emisi dan Energi
Risiko bahwa emisi dan konsumsi energi PT Vale Indonesia tidak memenuhi regulasi atau ekspektasi pemangku kepentingan, berdampak pada biaya operasional, kepatuhan hukum, dan daya saing. Emisi dari aktivitas pertambangan dan pemrosesan juga berkontribusi pada perubahan iklim dan kualitas udara. Hal ini perlu dikelola melalui investasi dan optimalisasi energi terbarukan, efisiensi operasional, dan teknologi rendah karbon.
PT Vale Indonesia memandang emisi karbon sebagai tantangan sekaligus peluang usaha. Penurunan emisi umumnya sejalan dengan efisiensi energi, yang dapat menurunkan biaya produksi. Komitmen Perusahaan mendorong agenda dekarbonisasi sekaligus membuka peluang kemitraan usaha yang berkelanjutan, ditunjukkan dalam pembangunan pembangunan fasilitas pengolahan baru berteknologi HPAL bersama mitra di Pomalaa, Bahodopi, dan Sorowako, yang lebih rendah dalam konsumsi energi dan emisi karbon. Bahkan, salah satu pabrik HPAL yang akan kami bangun bersama mitra di Sulawesi Tengah dirancang untuk mencapai net-zero sejak awal operasi.
3. Tata Kelola Perusahaan
Risiko dalam aspek ini mencakup kepatuhan terhadap regulasi yang terus berkembang, potensi celah dalam transparansi dan akuntabilitas, serta dampaknya terhadap kepercayaan pemangku kepentingan. Kegagalan dalam tata kelola yang baik dapat merugikan reputasi dan keberlanjutan bisnis PT Vale Indonesia.
Untuk memitigasi risiko ini, PT Vale Indonesia terus memperkuat sistem tata kelola dengan menanamkan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan integritas dalam seluruh proses bisnis. Upaya seperti penerapan kebijakan anti-korupsi, penguatan peran Dewan Komisaris, dan pembentukan Komite Keberlanjutan menjadi bagian penting dari komitmen ini. Selain itu, PT Vale Indonesia juga terus meningkatkan efektivitas sistem pelaporan dan pengaduan (whistleblowing system) sebagai kanal akuntabilitas yang inklusif dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.
Selain risiko, penilaian ini juga mengidentifikasi peluang strategis yang dapat dimanfaatkan:
1. Kemitraan terkait Keanekaragaman Hayati
PT Vale Indonesia menjalin kemitraan strategis dengan berbagai universitas, lembaga penelitian, serta Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam mengembangkan program perlindungan spesies endemik dan rehabilitasi habitat.
Pendekatan berbasis ilmiah yang kami terapkan tidak hanya bertujuan meningkatkan efektivitas upaya konservasi, tetapi juga memperkuat kredibilitas perusahaan di mata para pemangku kepentingan, termasuk regulator dan komunitas lokal.
2. Manajemen Berkelanjutan dan Kinerja ESG
Fokus pada manajemen berkelanjutan dan peningkatan kinerja ESG dapat menjadi diferensiator kompetitif. Dengan mengin tegrasikan prinsip-prinsip ESG ke dalam operasional dan strategi bisnis, PT Vale Indonesia dapat menarik investor yang berorientasi pada keberlanjutan, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan membangun kepercayaan pemangku kepentingan.
3. Pengendalian Emisi dan Polusi
Investasi dalam teknologi pengendalian emisi dan polusi tidak hanya memenuhi tuntutan regulasi, tetapi juga membuka peluang untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya jangka panjang.
“Hasil penilaian ini didiskusikan dengan direksi untuk memperoleh arahan strategis dan memastikan keselarasan dengan tujuan perusahaan. Selain itu, hasil dari penilaian ini digunakan sebagai dasar dalam menentukan topik material setelah dikombinasikan dengan impact materiality dan dimasukkan ke dalam matriks materialitas,” jelas Bernardus Irmanto. (***)