Matano Iniaku, Cara Vale Jalankan Keberlanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat

PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tbk (PTVI) terus memaksimalkan dan menjalankan program pemberdayaan masyarakat berbasis keberlanjutan, salah satunya melalui program Matano Iniaku (Inovasi Intrgrasi Alam dan Kreativitas Usaha).

Pelaksana Tugas (Plt) Presiden Direktur / CEO PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, dikutip dari Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk 2024, Senin (14/7/2025), mengatakan, program ini awalnya dirancang untuk menyelesaikan masalah lingkungan berupa alih fungsi lahan, namun berkembang menjadi solusi yang menyelesaikan masalah sosial dan ekonomi masyarakat.

Selain berhasil merehabilitasi lahan kritis seluas 200 hektare, Matano Iniaku juga mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui pola pertanian polikultur, kegiatan ekowisata, kegiatan pembibitan serta pengolahan hasil pertanian.

“Bukan hanya menjadi alternatif pendapatan masyarakat, ekowisata juga menjadi sarana edukasi lingkungan sekaligus insentif bagi masyarakatuntuk menjaga kelestarian ekosistem Danau Matano,” katanya.

Bernardus menjelaskan, di bidang sosial, inovasi ini, memperkuat kohesi masyarakat, memberdayakan kelompok rentan, dan mendorong regulasi desa yang merupakan perubahan tatanan sosial penting untuk pengelolaan dan pelestarian lingkunan.

Selain itu, program ini juga meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan, air bersih, serta informasi dan telekomunikasi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Melalui program Matano Iniaku, PT Vale Indonesia menunjukkan komitmen yang kuat untuk selalu melihat dan merespons permasalahan yang berkembang di sekitar wilayah operasional, baik yang secara langsung maupun tidak langsung terkait dengan kegiatan operasi perusahaan. Melalui inovasi lingkungan dan sosial yang berkelanjutan, kami berharap dapat memberikan dampak positif serta mendorong terbentuknya masyarakat yang lebih berdaya, dengan ‘social capital’ yang lebih baik, untuk menyelesaikan permasalahan yang ada,” ungkapnya.

Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Danau Matano adalah sumber kehidupan bagi masyarakat sekitarnya, namun terancam perubahan tata guna lahan dan rendahnya kesadaran lingkungan. Untuk mengatasi hal ini, PT Vale Indonesia menjalankan program Matano Iniaku di Desa Matano, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur.

Program ini mendorong peralihan dari pertanian monokultur ke polikultur (agroforestri) dan meningkatkan pengelolaan wisata melalui kelembagaan lokal. Selain melestarikan lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Melalui rehabilitasi DAS dan pelatihan, masyarakat kini menerapkan praktik pertanian berkelanjutan dan mengelola ekowisata secara profesional. Program ini tidak hanya mengurangi dampak lingkungan tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar Danau Matano.

“Dulu, mata pencaharian masyarakat Desa Matano hanya bertani. Banyak yang menebang pohon dan membakar lahan. Kami mulai mempertanyakan apakah tanaman lada dapat menahan erosi saat hujan deras. Kami tidak ingin desa kami tercemar atau Sungai Lawaa mengalami pendangkalan akibat sistem pertanian yang kurang baik,” ucap Amsal, Pemerhati Lingkungan & Pengelola Eco-Creative.

Amsal. foto: istimewa

PT Vale Indonesia hadir melalui program Rehabilitasi DAS, dengan lebih dari 200 ha hektare lahan yang telah direhabilitasi.

“Sebelumnya, kami mengira membuka lahan dengan menebang pohon adalah cara bertani yang cepat dan sukses. Namun, setelah mengikuti pelatihan dari PT Vale Indonesia, kami memahami bahwa pertanian yang baik harus tetap menjaga alam. Kini, Sungai Lawaa tetap jernih dan Danau Matano tetap lestari,” katanya.

PT Vale Indonesia juga memberikan pelatihan bagi pengelola ekowisata. Sekarang, masyarakat lebih profesional dalam mengelola wisata di Desa Matano.

“Kehadiran PT Vale Indonesia tidak hanya meningkatkan ekonomi dengan sumber pendapatan yang lebih beragam, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan,” terang Amsal. (***)

Berita Terkait
Baca Juga