search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wali Kota Makassar Tegaskan Sekolah Dilarang Jual Seragam

doelbeckz - Pluz.id Senin, 21 Juli 2025 12:09
SWAFOTO. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampimgi Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa swafoto bersama murid SMPN 3 Makassar, usai penyerahan seragam sekolah gratis bagi murid baru, Senin (21/7/2025). foto: istimewa
SWAFOTO. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampimgi Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa swafoto bersama murid SMPN 3 Makassar, usai penyerahan seragam sekolah gratis bagi murid baru, Senin (21/7/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan, komitmennya menghadirkan pendidikan yang inklusif dan bebas biaya tambahan bagi masyarakat.

Hal itu, disampaikan dalam momen penyaluran perdana program seragam gratis bagi murid baru di Sekolah Dasar (SD) Negeri Sambung Jawa dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Makassar, Senin (21/7/2025).

Wali Kota Munafri menyampaikan, larangan tegas terhadap praktik jual-beli seragam di lingkungan sekolah, baik pihak internal maupun eksternal.

“Sekolah bukan tempat bisnis. Saya tidak ingin mendengar ada transaksi jual-beli yang membebani orang tua siswa, baik dari oknum di dalam maupun luar sekolah,” tururnya.

Penyaluran seragam gratis ini, menjadi bagian dari visi besar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui program ‘Mulia’, sebagai langkah konkret meringankan beban ekonomi orang tua serta memastikan pemerataan akses pendidikan.

Dalam kesempatan tersebut, Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, juga meminta Dinas Pendidikan membuka layanan aduan bagi orang tua, serta memastikan pengawasan ketat terhadap praktik yang membebani siswa.

Ketua IKA FH Unhas ini, juga mengeluarkan pernyataan tegas soal larangan praktik jual-beli dalam lingkungan sekolah.

“Kepada Kepala Dinas Pendidikan, saya minta untuk segera membuka layanan pengaduan bagi orang tua siswa jika menemukan pelanggaran dalam proses pembelajaran maupun pungutan liar yang tidak sah,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Appi meminta agar fasilitas sekolah, seperti lapangan upacara bisa difungsikan sebagai lapangan olahraga bersama bagi SD dan SMP.

“Saya menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah demi kenyamanan dan kesehatan siswa,” imbuhnya.

Appi menegaskan, program seragam gratis ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperhatikan pendidikan.

Program ini tidak hanya bertujuan memberikan seragam, tetapi juga menciptakan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan bebas beban biaya tambahan.

“Kami tidak ingin ada lagi pembebanan biaya tambahan kepada orang tua siswa. Tidak boleh ada jual beli di sekolah. Pendidikan ini bukan komoditas, tapi hak dasar yang harus dijamin oleh negara,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan, tahun ini Pemkot Makassar memberikan dua stel seragam, yakni pakaian harian dan pakaian olahraga.

Untuk tahun mendatang, akan dipertimbangkan penambahan jenis bantuan seragam, bergantung pada kemampuan fiskal daerah.

Wali Kota Makassar juga menekankan pentingnya distribusi siswa yang merata di seluruh sekolah negeri.

Ia mengingatkan, tidak semua siswa harus tertumpuk pada sekolah-sekolah favorit seperti SMPN 3, karena masih banyak SMPN lain di Makassar yang belum memenuhi kuota.

“Jadi, saya minta Dinas Pendidikan membuka tambahan rombel, tapi juga atur pemerataan. Semua sekolah harus jadi unggulan,” ujarnya.

Untuk mewujudkan hal itu, Appi menekankan, pentingnya peningkatan kapasitas guru dan tenaga pendidik agar seluruh sekolah memiliki standarisasi kualitas yang merata, sehingga tidak terjadi penumpukan siswa hanya di sekolah-sekolah tertentu.

Appi juga memberi pesan khusus kepada para guru untuk tidak gagap teknologi dan terus berinovasi dalam metode pembelajaran.

“Jangan, hanya tunggu sistem. Harus ada inovasi. Saya tidak akan bangga kalau guru viral karena hal tak pantas di media sosial. Saya bangga jika guru menciptakan hal baru untuk pembelajaran yang bermutu,” katanya.

Kepada para orang tua murid, Appi mengimbau, agar tidak langsung membawa persoalan ke media sosial. Sebaliknya, ia mendorong agar setiap persoalan disampaikan melalui jalur komunikasi yang baik dengan pihak sekolah.

“Kalau ada masalah, sampaikan langsung ke sekolah. Komunikasi yang sehat akan melahirkan solusi yang baik. Jangan sedikit-sedikit ke medsos, ini bukan cara yang bijak,” katanya.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Makassar berharap, kegiatan ini menjadi bagian dari proses panjang membangun masa depan pendidikan yang lebih adil dan berkualitas di Kota Makassar.

“Semoga apa yang kita lakukan hari ini menjadi langkah awal untuk perubahan yang lebih besar. Pemerintah akan terus hadir dan memperbaiki sistem pendidikan kita dari waktu ke waktu,” tutup Appi. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top