search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

IDAI dan PKK Sulsel Gaungkan Gerakan Cinta Buku KIA

Peringatan Hari Anak Nasional 2025
doelbeckz - Pluz.id Minggu, 27 Juli 2025 22:03
EDUKASI. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 2025, TP PKK Provinsi Sulsel berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk 'Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Membangun Generasi Emas' di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. foto: istimewa
EDUKASI. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 2025, TP PKK Provinsi Sulsel berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk 'Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Membangun Generasi Emas' di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 2025, TP PKK Provinsi Sulsel berkolaborasi dengan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Cabang Sulsel menyelenggarakan kegiatan edukatif bertajuk ‘Gerakan Membaca Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Membangun Generasi Emas’.

Ketua PKK Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, mengatakan, kegiatan ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesadaran keluarga, khususnya para ibu, terhadap pentingnya pemanfaatan Buku KIA sebagai alat utama untuk memantau tumbuh kembang anak sejak usia dini.

“Gerakan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional 2025, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam penurunan angka stunting, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Sulsel,” ujarnya.

Salah satu fokus utama dari kegiatan ini, adalah menyasar kelompok ibu dengan anak usia bawah dua tahun (Baduta), dengan target partisipasi minimal 100 orang per kabupaten/kota di Sulsel.

Gerakan Membaca Buku KIA juga menjadi strategi dalam mendorong peningkatan minat baca dan literasi di kalangan masyarakat, khususnya di lingkungan keluarga, meliputi peran ayah, ibu, serta tenaga kesehatan.

Acara yang digelar di Aula Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulse ini, juga diisi dengan sesi edukasi langsung kepada para ibu.

Mereka dibimbing untuk memahami isi Buku KIA dan dilatih mengisi data tumbuh kembang anak secara digital melalui platform yang disediakan Dinas Kesehatan kabupaten/kota.

Buku KIA ditegaskan bukan sekadar formalitas, melainkan menjadi bagian integral dari sistem deteksi dini terhadap gangguan tumbuh kembang anak.

Kegiatan ini juga mencerminkan komitmen lintas sektor dalam membangun fondasi kesehatan anak secara berkelanjutan, melalui sinergi TP PKK, IDAI, Dinas Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh daerah.

Sebagai bagian dari upaya penguatan intervensi, dilakukan pula survei melalui Google Form kepada 2.625 ibu yang tersebar di 24 kabupaten/kota se-Sulsel.

Hasilnya menunjukkan bahwa 59,5 persen ibu jarang atau hanya membaca Buku KIA sekali dalam sebulan. Dari total responden, sebanyak 71,2 persen merupakan ibu rumah tangga, dan 36,4 persen berpendidikan terakhir SMA.

Sementara, 39,6 persen suami bekerja sebagai wiraswasta. Sebanyak 63,3 persen ibu juga memilih memberikan ASI sebagai sumber nutrisi utama bagi anaknya yang berusia di bawah enam bulan.

Melalui gerakan ini, diharapkan pemanfaatan Buku KIA semakin optimal dan menjadi budaya dalam keluarga untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top