search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wagub Sulsel Ajak Perempuan Bermimpi Besar dan Ambil Peran Strategis

Latihan Kader II HMI Cabang Makassar
doelbeckz - Pluz.id Jumat, 08 Agustus 2025 14:38
MATERI. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, tampil sebagai narasumber utama dalam Intermediate Training (Latihan Kader II) HMI Cabang Makassar yang berlangsung di Hotel Liberta Grand Sayang, Senin (4/8/2025). foto: istimewa
MATERI. Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, tampil sebagai narasumber utama dalam Intermediate Training (Latihan Kader II) HMI Cabang Makassar yang berlangsung di Hotel Liberta Grand Sayang, Senin (4/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, tampil sebagai narasumber utama dalam Intermediate Training (Latihan Kader II) HMI Cabang Makassar yang berlangsung di Hotel Liberta Grand Sayang, Senin (4/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Festival Perkaderan yang diikuti 98 peserta dari 30 cabang HMI se-Indonesia.

Dalam sesi paparannya bertajuk ‘Prototipe Perempuan Sulsel: Berdaya dan Berdaulat’, Wagub Fatmawati menekankan pentingnya penguatan peran perempuan di ruang publik, khususnya di Sulsel yang memiliki karakter kultural kuat.

Bahwa perempuan Sulsel memiliki kekuatan identitas yang lahir dari nilai budaya dan sosial yang luhur, seperti siri’ na pacce, keberanian, serta etika dalam bertindak.

Ia menggarisbawahi, politik sopan santun menjadi ciri khas yang relevan dalam kepemimpinan perempuan Bugis-Makassar.

“Identitas perempuan Sulsel itu ada pada siri’ na pacce, keberanian, dan santun. Kita punya ciri khas, yakni politik sopan santun. Dan itu yang selalu saya kedepankan dalam setiap peran kepemimpinan,” kata Fatmawati.

Dalam forum yang berlangsung hangat dan interaktif itu, Fatmawati membagikan kisah perjalanannya dari Ketua PKK, Wakil Wali Kota Makassar, hingga menjadi Wakil Gubernur perempuan pertama di Sulsel.

Ia juga menyoroti tantangan dalam kontestasi politik, termasuk diskriminasi gender dan dominasi budaya patriarkal.
Meski demikian, ia menegaskan, ruang partisipasi perempuan kini semakin terbuka.

“Kita sudah punya regulasi dan program yang mendukung. Banyak perempuan sudah memimpin instansi strategis, dari kepala dinas hingga camat. Tinggal bagaimana kita menyambut peluang itu dengan kesiapan kapasitas diri,” jelasnya..

Ia juga mendorong kader HMI, khususnya perempuan, untuk berani mengambil peran strategis. Tidak ragu bermimpi besar.

“Kenali potensi dirimu. Jangan pernah ragu untuk bermimpi besar dan ambil peran. Perempuan harus bisa jadi pengambil keputusan, bukan sekadar pelengkap struktur,” ujar Fatmawati.

Peserta antusias mengikuti sesi ini. Salah satu peserta, Rahmatila Antula dari IAIN Sultan Amai Gorontalo, mengaku, terinspirasi. Terutama dengan gaya komunikasi Fatmawati yang tenang dan penuh empati.

“Speechless dari awal, beliau sangat membumi dan menyatu dengan peserta. Sebagai perempuan, saya jadi semakin percaya diri untuk mengambil peran,” katanya.

Ketua HMI Cabang Makassar, Sarah Agus Salim, perempuan pertama yang menjabat posisi tersebut, menilai, kehadiran Fatmawati sebagai afirmasi penting.

“Kami bangga. Dari sejarah orang Bugis-Makassar, perempuan punya peran besar, dari pengarang I La Galigo hingga tokoh adat. Sekarang kami yang melanjutkan jejak itu,” katanya.

Festival Perkaderan ini menjadi momen strategis dalam membangun kesadaran gender di kalangan organisasi mahasiswa Islam.

HMI Cabang Makassar kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kader perempuan tampil sebagai pemimpin masa depan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top