search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

PDAM Makassar Bangkit, Rugi Rp5,2 Miliar Jadi Untung Rp826 Juta

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 10 Agustus 2025 12:00
BETI KETERANGAN. Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan HUT Perumda Air Minum Kota Makassar ke-101 di Aula Kantor PDAM Makassar, Sabtu (9/8/2025). foto: istimewa
BETI KETERANGAN. Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan HUT Perumda Air Minum Kota Makassar ke-101 di Aula Kantor PDAM Makassar, Sabtu (9/8/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Perumda Air Minum (PDAM) Kota Makassar berhasil membalikkan keadaan yang semula terpuruk atau merugi, kini mulai merasaka keuntungan.

Dalam waktu hanya tiga bulan, perusahaan pelat merah ini, mampu menghapus kerugian Rp5,2 miliar dan mencatat laba bersih Rp826 juta.

Transformasi ini tak hanya soal angka di neraca, tetapi juga bukti nyata pembenahan manajemen, efisiensi anggaran, dan peningkatan pelayanan pelanggan.

Perumda Air Minum Kota Makassar berhasil membalikkan kondisi keuangan dari posisi merugi Rp5,2 miliar menjadi meraih laba bersih Rp826 juta hanya dalam waktu tiga bulan.

Capaian ini diumumkan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar Hamzah Ahmad bersama Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar Nanang Supriyatno dalam momentum menyambut peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perumda Air Minum Kota Makassar ke-101 di Aula Kantor PDAM Makassar.

Hamzah mengungkapkan, perbaikan kinerja mulai terlihat sejak dirinya menjabat pada akhir April 2025.

“Saat kami masuk, kerugian akumulatif tercatat Rp5,2 miliar. Per Juli, kami berhasil membukukan laba bersih Rp826 juta,” jelasnya, Sabtu (9/8/2025).

Dengan adanya capaaian ini, sesuai dengan arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya pembenahan di tubuh perusahaan daerah, termasuk Perumda Air Minum Kota Makassar.

Perusahaan milik daerah harus mampu bangkit dari kerugian miliaran rupiah dan terus berinovasi demi pelayanan publik yang lebih baik.

Arahan ini sejalan dengan keberhasilan Perumda Air Minum Kota Makassar yang dalam waktu singkat mampu berbalik dari rugi menjadi untung, berkat langkah efisiensi dan perbaikan manajemen.

Oleh sebab itu, Hamzah melanjutkan, salah satu faktor kunci keberhasilan adalah penurunan angka Non-Revenue Water (NRW) dari 52 persen menjadi 45 persen.

Perbaikan ini dicapai melalui percepatan penanganan kebocoran, dengan lebih dari 2.000 titik pipa berhasil diperbaiki, termasuk pipa induk berdiameter 630 mm di Jl Beringin, Kabupaten Gowa.

Dampaknya, 3.114 sambungan rumah yang sebelumnya tidak teraliri air kini kembali mendapatkan pasokan. Selain itu, hampir 500 pengaduan pelanggan diselesaikan, dan lebih dari 600 sambungan gratis program Mulia (Masyarakat Umum Layak Air) terealisasi di berbagai wilayah layanan.

Hamzah juga memaparkan strategi distribusi air bersih ke wilayah utara dan timur Makassar, termasuk koneksi pipa Pa’baeng-baeng berdiameter 700 mm ke 350 mm yang sudah rampung.

“Proyek ini diharapkan meningkatkan cakupan pelayanan, bahkan di musim kemarau,” harapnya.

Beban biaya pegawai yang semula 36 persen dari pendapatan kini turun menjadi 27 persen. Pendapatan operasional dari rekening air pada Juli mencapai Rp30,4 miliar tertinggi sepanjang 2025, didukung pencatatan meter air yang lebih akurat dan penegakan disiplin petugas baca meter.

“Kami berkomitmen menjaga tren positif ini untuk memastikan pemerataan akses air bersih di seluruh Makassar,” tegas Hamzah.

Dengan tren positif yang terus berlanjut, Perumda Air Minum Kota Makassar optimistis mempertahankan jalur untung sekaligus meningkatkan kualitas layanan publik di sektor air minum.

Hamzah menambahkan, capaian finansial ini, berjalan seiring dengan peningkatan pelayanan.

“Fokus kami bukan hanya laba, tapi pemerataan distribusi air bersih bagi seluruh warga Makassar,” tutup Hamzah.

Sedangkan, Plt Direktur Keuangan Perumda Air Minum Kota Makassar, Nanang Supriyatno, yang fokus pada pembenahan menyeluruh, menyebutkan, Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat capaian luar biasa.

Dari sisi keuangan, Nanang menjelaskan, keberhasilan ini tak lepas dari efisiensi anggaran yang dijalankan secara ketat.

Salah satu langkah strategis adalah memangkas anggaran kegiatan lain-lain dari Rp2,5 miliar menjadi hanya Rp1 miliar.

“Kami juga melakukan penataan ulang tenaga kerja agar lebih proporsional dengan jumlah pelanggan,” ujar Nanang.

Jumlah karyawan yang semula 1.431 orang kini menjadi 1.295 orang. Dengan sambungan aktif mencapai 183.936 pelanggan, rasio karyawan terhadap sambungan turun dari 1:7,78 menjadi 1:6,68. Meski belum mencapai rasio ideal 1:200 sesuai regulasi Kemendagri, tren perbaikannya dinilai sangat positif.

Efisiensi ini berdampak signifikan pada penurunan beban biaya pegawai. Jika awal tahun porsinya mencapai 36 persen dari total pendapatan, pada Juli 2025 angkanya sudah turun menjadi 27 persen. Struktur keuangan pun menjadi lebih sehat.

Pendapatan operasional dari rekening air juga melesat. Juli lalu, Perumda Air Minum Kota Makassar mencatat pemasukan Rp30,4 miliar—tertinggi sepanjang 2025. Lonjakan ini bukan semata akibat kenaikan tarif, tetapi juga hasil dari pencatatan meter air yang lebih akurat dan disiplin kerja petugas.

“Kami menerapkan sistem penalti bagi petugas baca meter yang lalai. Ada yang dipotong gajinya hingga Rp5 juta, diturunkan statusnya dari pegawai tetap menjadi tenaga kontrak, bahkan dirumahkan enam bulan,” terang Nanang. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top