Vale Komitmen terhadap Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Vale Indonesia Tk (PT Vale) percaya keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (Diversity, Equity and Inclusion/DEI) adalah fondasi utama untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, produktif, dan inovatif.
Presiden Direktur dan Chief Executive Officer (CEO) PT Vale Indonesia Tbk, Bernardus Irmanto, dikutip dari Laporan Keberlanjutan PT Vale Indonesia Tbk 2024, Sabtu (16/8/2025), mengatakan, PT Vale berkomitmen memastikan setiap karyawan merasa dihargai, dihormati, dan diberdayakan, tanpa memandang latar belakang, jenis kelamin, usia, atau pengalaman.
“Bagi kami DEI bukan sekadar prinsip, tetapi juga pilar budaya perusahaan. Budaya ini mendorong terciptanya lingkungan yang saling mendukung, dimana setiap individu dapat tumbuh, berkolaborasi, dan memberikan kontribusi terbaik. PT Vale juga memiliki Diversity and Inclusion Charter (Piagam Keragaman dan Inklusi) yang mencakup lima komitmen utama terhadap DEI,” katanya.
Meskipun komposisi tenaga kerja lokal di PT Vale sudah mencapai 83 persen, masih terdapat tantangan pada isu kesetaraan dan upaya menarik generasi muda pada sektor pertambangan. Karenanya PT Vale selalu melibatkan semua pemangku kepentingan. Inisiatif ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Daerah (Pemda) setempat sebagai langkah menuju hubungan yang lebih harmonis dan berkelanjutan.
“Kami memberi kesempatan yang setara bagi setiap individu untuk bekerja dan berkarir di PT Vale, tanpa memandang gender, suku, agama, golongan, afiliasi politik, atau disabilitas,” ujarnya.
“Proses rekrutmen kami bebas dari diskriminasi dalam bentuk apapun. Selama 2024, kami tidak menerima pengaduan terkait diskriminasi di tempat kerja,” tambahnya.
Inisiatif Terkait Keberagaman, Kesetaraan, dan Inklusi
Untuk menciptakan budaya yang inklusif dan beragam, PT Vale telah meluncurkan berbagai inisiatif, seperti program mentorship, pelatihan bias bawah sadar, dan rekrutmen inklusif.
“Ini kami lakukan untuk membangun lingkungan yang menghargai perbedaan, dengan kebijakan rekrutmen yang adil dan komunikasi yang terbuka, dimana setiap suara didengar. Secara konsisten, kami memberikan kesempatan yang setara kepada setiap individu untuk berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi terbaik,” jelas Bernardus.
Dalam rangka meningkatkan keterlibatan perempuan di sektor ekstraktif, PT Vale menargetkan untuk mencapai proporsi perempuan di perusahaan sebesar 18 persen pada 2030. Hingga 31 Desember 2024, jumlah karyawan perempuan tercatat 352 orang (11,6 persen dari total karyawan), meningkat dari 2023 yang berjumlah 307 orang (10,2 persen). Dari total karyawan perempuan tersebut, 17 orang menjabat di posisi manajerial.
Bernardus mengungkapkan, sebagai bagian dari komitmennya PT Vale juga memberikan kesempatan kepada penyandang disabilitas yang memenuhi kualifikasi untuk posisi yang tersedia. Pada 2024, terdapat 70 karyawan penyandang disabilitas yang mencakup 2 persen dari total karyawan. Mereka bekerja sebagai non-staff dan senior staff.
Dukungan terhadap Pekerja Perempuan
PT Vale berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendukung peran perempuan, baik sebagai profesional maupun sebagai ibu. Kami menjamin hak-hak karyawan perempuan untuk dapat bekerja secara optimal tanpa mengesampingkan peran dan kodratnya sebagai perempuan. Komitmen ini diwujudkan antara lain melalui penyediaan fasilitas dan lingkungan kerja yang inklusif.
“Dalam mendukung keseimbangan kehidupan kerja, kami memberikan hak cuti melahirkan selama 120 hari kalender bagi karyawan perempuan yang melahirkan, serta memastikan mereka dapat kembali bekerja di posisi yang sama setelah masa cuti berakhir. Sementara itu, karyawan laki-laki diberikan cuti untuk mendampingi istri mereka melahirkan, yakni selama dua hari kalender bagi yang bekerja di site, dan tiga hari kalender bagi yang bekerja di luar site. 100 persen karyawan perempuan yang selesai menjalani cuti melahirkan telah kembali bekerja pada jabatan yang sama, menunjukkan komitmen kami terhadap kesetaraan dan pemberdayaan perempuan di tempat kerja,” terangnya.
Bernardus menjelaskan, PT Vale juga memastikan bahwa karyawan perempuan yang sedang hamil bekerja di lingkungan yang aman dan mendukung kondisi kehamilan mereka. Sebagai bagian dari kebijakan ini, karyawan hamil tidak diperbolehkan untuk bekerja di area pabrik atau di lapangan guna menghindari potensi risiko kesehatan dan keselamatan kerja. Penyesuaian tugas dilakukan agar dengan menempatkan karyawan di lingkugan berbasis kantor (desktop-type environment) untuk memastikan mereka tetap dapat berkontribusi secara produktif selama masa kehamilan.
“Dukungan terhadap perempuan juga tercermin melalui penyediaan fasilitas ruang laktasi di lokasi kerja kami di kantor Jakarta dan kantor Sorowako. Fasilitas ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi ibu menyusui selama bekerja, sekaligus menjadi wujud nyata komitmen PT Vale dalam menciptakan tempat kerja yang ramah keluarga dan mendukung peran ganda perempuan,” bebernya.
Pelatihan dan Pengembangan Karyawan
PT Vale percaya pengembangan karyawan merupakan fondasi penting dalam membangun keunggulan organisasi yang berkelanjutan. Untuk itu, perusahaan secara konsisten menyelenggarakan berbagai program pelatihan guna memastikan bahwa setiap individu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk menghadapi tantangan industri yang terus berkembang.
Bernardus menerangkan, program pengembangan difokuskan pada peningkatan kapasitas kepemimpinan, penguatan keterampilan teknis, serta pemahaman terhadap praktik keberlanjutan dan standar keselamatan kerja. Dengan pendekatan ini, PT Vale mendorong setiap karyawan untuk mencapai potensi terbaiknya dan memberikan kontribusi maksimal bagi pertumbuhan perusahaan.
Pada 2024 total jam pelatihan untuk karyawan mencapai 65.687 jam. Rata-rata jam pelatihan per karyawan adalah 22 jam.
Dikatakan, ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk memberikan kesempatan kepada karyawan untuk meningkatkan potensi dan kompetensi mereka. Beberapa program pelatihan yang diselenggarakan, antara lain sertifikasi profesi, pelatihan keselamatan dan kesehatan kerja, sertifikasi pengawasan operasional, serta pelatihan teknis lainnya yang relevan dengan perkembangan industri.
Pelatihan yang diberikan meliputi berbagai sertifikasi, antara lain Renewal Remote Pilot Certification, Sertifikasi Juru Ukur Tambang, Pengawas Operasional Madya (POM), ada juga pelatihan di bidang manajemen seperti Certified Maintenance and Reliability Professional (CMRP) dan Certified Supply Chain Professional (CSCP).
“Kami juga memberikan pelatihan khusus di bidang keselamatan, keberlanjutan, dan pengelolaan sumber daya alam. Dengan demikian karyawan kami tidak hanya siap menghadapi tantangan dalam menjalankan profesinya tetapi juga mampu menjadi pemimpin di bidangnya,” kata Bernardus.
“Kami juga menyelenggarakan pelatihan bagi para karyawan yang akan pensiun agar mereka dapat mempersiapkan diri setelah pensiun, baik untuk berwirausaha maupun bekerja di sektor lain,” tambahnya.
Pada periode pelaporan ada 74 karyawan mengikuti pelatihan khusus ini, dengan materi, antara lain:
1. Perencanaan dan persiapan pensiun
2. Kunjungan usaha dan berbagi inspirasi bisnis
3. Manajemen kesehatan masa pensiun
4. Perencanaan keuangan dan investasi.
PT Vale memberi kesempatan luas bagi setiap karyawan mengembangkan karir, tentunya dengan mempertimbangkan hasil penilaian kinerja. Hal ini berlaku bagi seluruh karyawan (100 persen). Bagi karyawan non-staff, mereka dapat mencapai posisi tertinggi dari jenjang karirnya apabila memenuhi standar kompetensi kerja pada posisi tersebut dan memenuhi kualifikasi yang disyaratkan.
Untuk menilai standar kompetensi kerja yang disyaratkan, secara internal Perusahaan telah menunjuk Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai LSP Pihak-1 untuk melakukan asesmen standard kompetensi kerja sesuai dengan kualifikasi kompetensi setiap jabatan.
Pada 2024 ada 370 karyawan yang mendapatkan promosi jabatan, terdiri dari 324 atau 88 persen laki -laki, dan 46 atau 12 persen perempuan.
Pelatihan Angkatan Kerja Lokal
Pada Agustus 2024, PT Vale IGP Pomalaa, bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kolaka, mengadakan pelatihan keterampilan seperti operator alat berat, elektrikal, dan pengelasan. Program ini bertujuan mengembangkan dan mempersiapkan SDM lokal, memberikan peluang yang sama, terutama bagi perempuan.
Yuyun, salah seorang peserta, mengatakan, perempuan tidak boleh kalah dari laki-laki, ia sangat antusias selama masa pelatihan.
Ranita mengatakan, pelatihan ini merupakan kesempatan baginya untuk mengembangkan kemampuan dalam hal teknis alat berat.
Bagi PT Vale, pelatihan ini adalah investasi jangka panjang yang menguntungkan baik perusahaan maupun masyarakat serta memberi peluang yang sama bagi laki-laki dan perempuan.
Program pelatihan ini terus membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, khususnya perempuan, untuk sukses dan berkontribusi pada pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Kolaka. (***)