PLUZ.ID, MAKASSAR – Suasana malam perayaan pesta rakyat dipenuhi semangat kebersamaan dan keceriaan warga Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Rabu (20/8/2025) malam.
Di tengah riuh tawa dan sorak-sorai masyarakat yang larut dalam euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-80.
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin didampingi Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham hadir menyapa warganya dengan penuh kehangatan dan kekeluargaan.
Bukan hanya sekadar hadir merayakan pesta rakyat, Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, juga membawa kabar gembira tentang mimpi besar Kota Makassar, yakni menghadirkan stadion bertaraf internasional yang akan berdiri di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya.
Appi menjelaskan, saat ini Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui dinas terkait terus mempercepat pemenuhan berbagai instrumen dan persyaratan administratif yang dibutuhkan untuk pembangunan stadion.
“Kami bertekad menghadirkan stadion di Untia. Insya Allah, prosesnya sudah berjalan memenuhi persyaratan,” ucap Appi.
Hadir mendampingi wali kota, Ketua TP PKK Makassar Melinda Aksa, Sekda Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda, Wakil Ketua DPRD Kota Makassar Andi Suharmika, Camat Biringkanaya Juliaman, jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta Direksi Perumda BUMD.
Pesta rakyat ini, berlangsung meriah sebagai ruang kebersamaan sekaligus wujud nyata semangat toleransi dan persaudaraan yang mengakar di tengah masyarakat Biringkanaya.
Appi menegaskan, komitmennya untuk menghadirkan stadion di kawasan Untia.
Ia menargetkan, awal 2026 sudah bisa dimulai tahap awal berupa penimbunan lahan di kawasan Untia, Kecamatan Biringkanaya.
“Ini sebuah program yang benar-benar dilakukan dengan diskusi yang matang dan perencanaan yang baik, sehingga bisa berjalan dengan lancar,” tutur Appi.
Politisi Golkar ini, menegaskan, salah satu program unggulan yang saat ini tengah digarap serius pemerintah kota adalah pembangunan stadion sepak bola.
Proyek ini direncanakan berlokasi di Kecamatan Biringkanaya, tepatnya di Kelurahan Untia dan disebut bakal menjadi pemicu lahirnya kawasan ekonomi baru.
“Alhamdulillah, sudah berproses. Segala macam administrasi telah kita lakukan, dan Insya Allah gongnya akan dimulai tahun depan,” jelasnya.
“Pembangunan stadion ini bukan hanya sekadar menghadirkan fasilitas olahraga, tetapi juga membuka kawasan ekonomi baru, dengan stadion sebagai trigger utamanya,” tambah Appi.
Lanjutnya, stadion yang kini dalam tahap feasibility study itu dirancang berkapasitas 15.000 hingga 20.000 penonton, sekaligus menjadi salah satu ikon kebanggaan baru bagi warga Makassar.
Tidak hanya sebagai arena pertandingan sepak bola, stadion tersebut juga diproyeksikan sebagai stadion multifungsi dengan berbagai fasilitas pendukung, sehingga dapat dimanfaatkan untuk beragam kegiatan olahraga maupun event berskala besar.
“Inilah yang harus kita kejar bersama-sama. Tapi semua program baik ini tidak akan mungkin terlaksana jika hanya pemerintah yang bekerja. Semua pihak harus ikut berpikir dan bertanggung jawab, sehingga kesuksesan dari program-program ini bisa kita raih bersama,” tegasnya.
Ia menyampaikan, target awal pembangunan dimulai dengan penimbunan lahan hingga tahap ground breaking.
Adapun pembiayaan pembangunan stadion tersebut bisa bersumber dari APBD maupun melalui keterlibatan investor.
Appi mengungkapkan, pihaknya telah melakukan studi lapangan ke Jakarta International Stadium (JIS) untuk mempelajari pola pembangunan stadion yang tetap berjalan meski saat itu Indonesia tengah menghadapi pandemi Covid-19 kala itu.
“Kami ingin mengetahui bagaimana percepatan pembangunan saat kondisi tersebut. Skema itulah yang ingin kami terapkan pada pembangunan stadion di Untia,” jelasnya.
Selain program stadion, dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Makassar juga mengapresiasi partisipasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang turut meramaikan pesta rakyat.
Ia menyampaikan, terima kasih kepada Camat Biringkanaya yang telah memberikan ruang showcase bagi pelaku usaha lokal.
“UMKM kita bisa tampil dan memperkenalkan produk-produknya. Ini penting, karena pembangunan kota tidak hanya soal infrastruktur, tapi juga soal pemberdayaan ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (***)