Wali Kota Makassar Dorong Lulusan Universitas Ciputra Jadi Motor Penggerak Ekonomi

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri wisuda perdana Universitas Ciputra Makassar (School of Business) yang digelar di Dian Auditorium UC Makassar, Citraland City Center Point of Indonesia (CPI) Makassar, Sabtu (27/9/2025).

Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Ciputra Group, diantaranya Managing Director Harun Hajadi, Direktur Cipta Ciputra Harun, serta Dewan Pelaksana Yayasan Ciputra Pendidikan Prof Denny Bernardus.

Turut hadir Kepala LLDIKTI Wilayah IX Andi Lukman, Ketua Senat Universitas Ciputra Makassar Prof Jenny Lukito Setiawan, Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof Wirawan, serta Direktur UC Makassar Tony Antonio.

Dewan Pelaksana Yayasan Ciputra Pendidikan, Prof Denny Bernardus, dalam sambutannya menyebut, kehadiran Universitas Ciputra Makassar adalah langkah besar dalam mewujudkan keinginan Ciputra untuk meningkatkan jumlah entrepreneur di Indonesia.

“Wisuda pertama Universitas Ciputra hari ini menjadi bagian dari visi besar penciptaan entrepreneur dan pendidikan berkualitas,” katanya.

Sejalan dengan Prof Denny, pada momentum bersejarah ini, Wali Kota Munafri menyampaikan pesan khusus kepada 164 wisudawan agar berani mengambil peran sebagai pengusaha muda yang kelak mampu menjadi motor penggerak ekonomi di Kota Makassar.

Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, memulai pesannya, sebagai wali kota, Ia hadir lebih dari sekadar memenuhi undangan, melainkan karena dirinya ingin menyaksikan lahirnya calon-calon entrepreneur dari kampus Ciputra.

“Saya mau melihat para calon pengusaha yang muncul dari Universitas Ciputra ini, yang saya berharap mereka inilah nanti yang akan membangun Kota Makassar bersama-sama dengan kita ke depan,” ucap Appi disambut tepuk tangan hadirin.

Appi mengingatkan tantangan besar yang dihadapi Indonesia. Dari total penduduk lebih dari 250 juta jiwa, jumlah entrepreneur belum mencapai 4 persen. Angka ini jauh tertinggal dibanding negara lain, misalnya Singapura yang dengan penduduk hanya 6 juta jiwa, justru memiliki rasio pengusaha sebesar 12 persen.

“Bayangkan putaran ekonomi kita, dengan 250 juta jiwa hanya digerakkan kurang dari 4 persen pengusaha. Tentu akan berjalan lambat. Karena itu, kita butuh lebih banyak entrepreneur muda,” tegasnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lanjut Appi, berkomitmen memberikan ruang bagi pelaku usaha lokal agar semakin kuat dan berdaya saing. Saat ini Pemkot Makassar telah menerapkan kebijakan agar 50 persen belanja daerah dialokasikan untuk produk lokal, dan 40 persen dari porsi itu wajib untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

“Sulit memang, tapi inilah bentuk keberpihakan pemerintah. Kalau pemerintah membuka ruang dan pengusahanya siap memberikan penetrasi, pasar akan terbentuk. Inilah kolaborasi yang kita butuhkan,” jelasnya.

Menurutnya, lahirnya pengusaha baru adalah syarat utama bagi ketahanan ekonomi daerah.

Ia mencontohkan, bagaimana Sulsel mampu bertahan di tengah krisis global beberapa tahun lalu karena komoditas strategis seperti sawit dan cengkeh dikuasai oleh pengusaha lokal, bukan asing.

“Hasilnya berputar di daerah, dan itu yang membuat kita tetap kuat. Nah, inilah pentingnya punya pengusaha-pengusaha lokal yang tangguh,” ujarnya.

Mengakhiri sambutannya, Appi menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas wisuda perdana ini.

Acara wisuda perdana Universitas Ciputra Makassar ini, mewisuda 164 lulusan dari empat spesialisasi, diantaranya startup, corporate entrepreneur, family business, dan further study.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, saya mengucapkan selamat atas diselenggarakannya wisuda perdana yang menghasilkan 164 lulusan. Insya Allah, lulusan-lulusan ini akan memberikan manfaat besar, baik untuk Indonesia maupun untuk Kota Makassar yang kita cintai,” tutupnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga