search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Sekda Makassar: Pegawai Teladan Harus Lengkap, Bukan Sekadar Cerdas

Juri Pegawai Teladan Pemkot Makassar
doelbeckz - Pluz.id Senin, 03 November 2025 14:31
PEGAWAI TELADAN. Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, saat menjadi salah satu juri dalam ajang Pemilihan Pegawai Teladan yang digelar dalam rangka HUT Kota Makassar ke-418 di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Senin (3/11/2025). foto: istimewa
PEGAWAI TELADAN. Sekda Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, saat menjadi salah satu juri dalam ajang Pemilihan Pegawai Teladan yang digelar dalam rangka HUT Kota Makassar ke-418 di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Senin (3/11/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly Nanda, menegaskan, penilaian pegawai teladan di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak hanya didasarkan pada kecerdasan semata, tetapi juga pada loyalitas, kedisiplinan, dan kinerja yang konsisten.

Hal itu disampaikan Sekda Andi Zulkifly saat menjadi salah satu juri dalam ajang Pemilihan Pegawai Teladan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Makassar ke-418 di Ruang Rapat Sekda, Kantor Balai Kota Makassar, Senin (3/11/2025).

“Pegawai ini harus komplet, karena kuncinya ada pada kata teladan. Tidak hanya dituntun oleh pemikiran, tapi juga oleh disiplin. Biar pintar kalau tidak loyal dan tidak disiplin serta kinerjanya tidak bagus, untuk apa?,” ujar Andi Zulkifly.

Menurutnya, seorang pegawai teladan idealnya mencerminkan semua unsur positif dalam etika kerja Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari kemampuan berpikir, semangat kolaboratif, hingga sikap rendah hati.

“Pegawai teladan memiliki semua unsur di dalamnya. Harapannya, 62 calon ini bisa saling berinteraksi dan menunjukkan potensi masing-masing,” katanya.

Andi Zulkifly menekankan, penilaian tidak semata-mata didasarkan pada tingkat kecerdasan, melainkan juga pada indikator multiseptoral, seperti integritas, kinerja, dan kemampuan bekerja sama lintas bidang.

“Indikatornya bukan hanya cerdas, tapi juga berbagai aspek multisektoral. Kami ingin melihat potensi itu muncul tanpa harus terlalu ambisius, karena ambisi yang berlebihan justru bisa membuat tegang,” urai mantan Camat Ujung Pandang ini.

Mantan Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar ini, berharap, seluruh peserta yang lolos ke tahap 62 besar dapat menjadikan momen ini sebagai bentuk rasa syukur dan kesempatan untuk mengasah diri, bukan sekadar ajang perebutan gelar.

“Masuk ke 62 besar itu saja sudah patut disyukuri. Penilai itu datang dari orang lain, bukan dari diri sendiri. Jadi yang menilai itu bukan jabatan, bukan juga kedekatan dengan pimpinan. Semua dinilai secara objektif,” tegasnya.

Ajang pemilihan pegawai teladan ini, menjadi bagian dari rangkaian kegiatan HUT Kota Makassar ke-418 yang bertujuan menumbuhkan semangat kerja, loyalitas, serta etika profesional di kalangan ASN Pemkot Makassar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top