search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025, Gubernur Dorong Wastra dan UMKM Tembus Pasar Global

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 22 November 2025 20:36
PEMBUKAAN. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025 di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (22/11/2025). foto: istimewa
PEMBUKAAN. Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025 di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (22/11/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, membuka secara resmi Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025 di Atrium Trans Studio Mall Makassar, Sabtu (22/11/2025).

Kegiatan ini menjadi salah satu agenda utama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel dalam mendorong penguatan ekonomi kreatif serta pelestarian wastra dan kriya daerah.

Dalam sambutannya, Andi Sudirman mengatakan Expo Kreatif Andalan merupakan ruang penting bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), perajin, dan komunitas kreatif untuk menampilkan karya serta memperluas jejaring pemasaran.

Melalui pameran, parade wastra, demo kerajinan, talkshow, hingga presentasi produk kabupaten/kota, masyarakat dapat melihat bagaimana kreativitas lokal berkembang menjadi kekuatan ekonomi baru.

“Ekspo ini menunjukkan bagaimana kreativitas masyarakat dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang strategis,” kata Sudirman.

Ia menyebut, penyelenggaraan rangkaian kegiatan seperti demo merajut, demo membatik, kurasi produk, hingga parade wastra dari 24 kabupaten/kota menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara Pemprov Sulsel, Dekranasda, dan para pelaku usaha.

Pameran tahun ini juga mencakup aktivitas edukasi dan kuratif. Hadir demo manik-manik, talkshow bersama Bank Indonesia, Kemenkumham, tim kurasi, serta presentasi produk dari seluruh kabupaten/kota di Sulsel.

Selain itu, digelar pula parade keragaman budaya dan wastra Sulsel serta penyerahan simbolis bantuan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) dan bambu bagi para perajin.

Andi Sudirman menjelaskan, rangkaian program tersebut menegaskan posisi Dekranasda Sulsel yang tidak hanya berfungsi sebagai organisasi pendamping, tetapi juga motor penggerak industri kerajinan daerah.

“Dekranasda telah bekerja untuk meningkatkan kualitas, kreativitas, dan daya saing industri kerajinan lokal,” ujarnya.

Sulsel sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah pemilik kekayaan wastra terbesar di Indonesia. Mulai dari tenun Toraja, sutera Bugis, tope Jeneponto, motif lontara, hingga ragam kriya tradisional lain yang menjadi identitas masing-masing kabupaten/kota.

Melalui ekspo ini, potensi tersebut tidak hanya dipamerkan, tetapi juga diarahkan agar bisa beradaptasi dengan kebutuhan pasar modern.

“Kita bukan hanya menjaga warisan leluhur, tetapi memastikan warisan ini memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya perajin perempuan, pelaku UMKM, dan generasi muda kreatif,” kata Andi Sudirman.

Ia menegaskan, komitmen Pemprov Sulsel dalam memberi akses lebih luas kepada para perajin, termasuk pelatihan peningkatan kualitas produk, akses permodalan, sertifikasi dan perlindungan HKI, hingga peluang pemasaran nasional dan internasional.

Kerja sama antara Dekranasda, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, lembaga perbankan, kementerian, dan mitra swasta disebut menjadi fondasi penting dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif Sulsel.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan tiga pesan utama bagi seluruh peserta ekspo.

Pertama, ia meminta para perajin memanfaatkan ekspo sebagai momentum memperluas jejaring dengan kurator, desainer, pembeli, dan sesama pelaku UMKM.

Kedua, ia mendorong agar setiap produk yang dikembangkan selalu diberikan sentuhan inovasi agar tidak tertinggal dari tren global.

Ketiga, ia mengajak seluruh masyarakat menjadikan wastra dan kriya sebagai identitas serta kebanggaan Sulsel.

Andi Sudirman pun menyampaikan apresiasi kepada panitia, PIC kegiatan, moderator, kurator, dan seluruh pihak yang telah bekerja sejak tahap technical meeting hingga pembukaan.

Ia menilai, penyelenggaraan ekspo tahun ini layak menjadi rujukan kegiatan berskala nasional.

Ketua Dekranasda Provinsi Sulsel, Naoemi Octarina, menambahkan, pelaksanaan Expo Kreatif Andalan 2025 juga memiliki misi sosial. Salah satunya adalah menghadirkan anak-anak berkebutuhan khusus dalam peragaan panggung.

Menurutnya, hal tersebut menjadi pesan bahwa kreativitas adalah ruang inklusif yang harus terbuka bagi semua warga.

“Pembangunan ekonomi kreatif tidak boleh meninggalkan siapa pun,” ucapnya.

Sementara, Ketua Panitia Expo Kreatif Andalan Dekranasda Sulsel 2025, Sukarniaty Kondolele, mengatakan, ekspo yang berlangsung pada 19-23 November tersebut menjadi ruang penting bagi daerah memamerkan kekuatan kriya dan wastra Sulsel.

Tujuannya, untuk mempromosikan produk unggulan kabupaten/kota agar mampu bersaing di pasar global.

Ekspo ini juga membuka ruang bagi industri kerajinan Nusantara agar terus berinovasi guna meningkatkan daya saing dan kesejahteraan pelaku usaha.

Selain itu, kegiatan ini memperkuat sinergi antara Dekranasda provinsi, Dekranasda kabupaten/kota, dan pemerintah daerah.

“Ekspo menjadi panggung bagi perajin terampil menampilkan karya yang eksotik, adaptif, dan sesuai perkembangan tren,” kata Sukarniaty.

Peserta tahun ini mencakup Dekranasda dari seluruh kabupaten/kota, Dekranasda provinsi, dan TP PKK yang menampilkan kriya, wastra, serta desain terbaik hasil penilaian juri.

Kegiatan juga diisi talkshow dengan berbagai narasumber, mulai dari desainer nasional sekaligus Staf Ahli Dekranas, Vinto Bustam Efendi, hingga pembicara dari Bank Indonesia dan Kemenkumham terkait UMKM, digitalisasi, pembiayaan, ekspor, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top