search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Dubes Kuwait dan Wali Kota Makassar Bahas Peluang Kerja Sama Pelatihan SDM hingga Infrastruktur

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 06 Desember 2025 10:03
PERTEMUAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima kunjungan resmi Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Balai Kota Makassar, Jumat (5/12/2025). foto: istimewa
PERTEMUAN. Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima kunjungan resmi Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Balai Kota Makassar, Jumat (5/12/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menerima kunjungan resmi Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Balai Kota Makassar, Jumat (5/12/2025).

Silaturahmi diplomatik tersebut, membahas peluang kerja sama lintas sektor antara Kota Makassar dan Negara Kuwait.

Terlebih dahulu, Khalid menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar, lalu membuka diskusi mengenai area kolaborasi yang memungkinkan untuk dijajaki.

Dalam dialog tersebut, sejumlah sektor strategis menjadi fokus diskusi Munafri dan Khalid, diantaranya ketahanan pangan, ketenagakerjaan, serta peluang dukungan dalam pembangunan infrastruktur.

Wali Kota Munafri menyambut baik peluang tersebut. Ia menegaskan, Makassar terbuka lebar menerima uluran kerja sama strategis dengan Kuwait.

Appi, sapaan akrab Munafri Arifuddin, lalu bercerita tentang peluang kerja sama dalam penguatan sumber daya manusia. Ia menilai, sebagai negara yang sama-sama mayoritas penduduk muslim, negara muslim memiliki nilai-nilai positif dalam aspek ketenagakerjaan.

Peluang kerja maupun studi di negara Kuwait yang memiliki latar budaya dan pandangan dalam spiritual masyarakat yang tidak jauh berbeda, tentu akan lebih baik bagi warga muslim Makassar.

“Banyak warga Makassar yang bekerja ke luar negeri, mayoritas masih mencari peluang ke negara-negars barat, tentu beda kalau mereka ke Islamic country, ” ucapnya.

Appi lalu menyebut Makassar Creative Hub (MCH) sebagai salah satu fasilitas yang sudah dirancang untuk memperkuat keterampilan masyarakat melalui berbagai pelatihan dan kompetensi industri masa kini.

“Meski demikian demikian, masih perlu pelatihan dan persiapan untuk memahami sosial budaya, hingga tradisi dari negara Kuwait itu sendiri,” lanjut Appi.

Selain ketenagakerjaan, pembahasan juga menyentuh peluang dukungan dalam bidang transportasi publik.

Appi membuka peluang dukungan di sektor transportasi sekolah hingga ransportasi laut bagi warga kepulauan.

“Kami akan segera menyusun daftar program. Setelah itu, kami siap melanjutkan pertemuan berikutnya,” ujar Appi kepada Khalid.

Sementara, Khalid menyampaikan pertemuan ini menjadi langkah awal dalam menelaah potensi kerja sama yang akan dibangun.

“Kami ingin bekerja sama di berbagai sektor, spesifiknya di ketahanan pangan, ketenagakerjaan, dan pembangunan dan infrastruktur,” urainya.

Khalid menyampaikan usai pertemuan tersebut, langkah selanjutnya adalah pembahasan teknis bersama pihaknya untuk menentukan sektor prioritas yang paling relevan. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top