search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemkab Gowa Upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 20 Desember 2025 13:10
Andy Azis Peter. foto: istimewa
Andy Azis Peter. foto: istimewa

PLUZ.ID, GOWA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menggelar upacara Peringatan Hari Bela Negara Ke-77 Tahun 2025 di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Jumat (19/12/2025).

Sekretaris Daerah (Sekda).Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, bertindak sebagai Inspektur Upacara diikuti Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forkopimda, para staf ahli, asisten, dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemkab Gowa.

Dalam Amanat Presiden Republik Indonesia yang dibacakan Inspektur Upacara, disampaikan peringatan Hari Bela Negara ke-77 menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen kita menjaga keutuhan bangsa.

Dengan mengusung tema ‘Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju’, Presiden menegaskan pentingnya kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi dinamika global yang ditandai ketidakpastian geopolitik, perkembangan teknologi yang pesat, serta meningkatnya ancaman nonkonvensional seperti perang siber dan penyebaran paham radikal.

“Semangat bela negara merupakan kekuatan kolektif yang tumbuh dari kesadaran, persatuan, dan kecintaan rakyat terhadap tanah air. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa, baik dari dalam maupun luar negeri,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Presiden turut menyampaikan rasa empati dan keprihatinan kepada masyarakat di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat yang terdampak bencana alam. Ketiga daerah tersebut, memiliki peran historis yang sangat penting dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia.

Menurutnya, Aceh dikenal sebagai ‘Daerah Modal’ pada masa revolusi kemerdekaan berkat dukungan luar biasa rakyatnya. Sementara itu, Sumatra Utara dikenang melalui semangat juang rakyat Medan Area dan berbagai perlawanan heroik. Adapun Sumatra Barat, khususnya Bukittinggi, menjadi tempat lahirnya PDRI yang menyelamatkan Republik Indonesia pada masa paling kritis.

“Tanpa Aceh, tanpa Sumatra Utara, dan tanpa Sumatra Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap,” ujar Sekda Gowa.

Di akhir amanat Presiden RI mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mengaktualisasikan nilai-nilai bela negara dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata, seperti memperkuat solidaritas sosial, menjaga persatuan di ruang digital, serta berperan aktif dalam pembangunan nasional sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Saya harapkan Peringatan Hari Bela Negara menjadi penguat semangat kebangsaan sekaligus pengingat bahwa persatuan dan ketangguhan bangsa merupakan kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaulat,” harapnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top