search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Gerakan Serentak Inseminasi Buatan, Bantaeng Ditargetkan Jadi Daerah Penghasil Bibit Sapi Terbaik

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 31 Desember 2025 13:59
INSEMINASI BUATAN. Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Gerakan Serentak Inseminasi Buatan Bangkit Peternak Sejahtera di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng Selasa (30/12/2025). foto: istimewa
INSEMINASI BUATAN. Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Gerakan Serentak Inseminasi Buatan Bangkit Peternak Sejahtera di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng Selasa (30/12/2025). foto: istimewa

PLUZ.ID, BANTAENG – Bupati Bantaeng, M Fathul Fauzy Nurdin, menghadiri Gerakan Serentak Inseminasi Buatan Bangkit Peternak Sejahtera di Desa Tombolo, Kecamatan Gantarangkeke, Bantaeng Selasa (30/12/2025).

Gerakan Serentak Inseminasi Buatan Ini, terdapat 20 induk ternak sapi dengan berbagai macam jenis sapi. Diantaranya Sapi Bali, Simental, Limousin, Beligian Blue, Belgian Cross, Angus, dan Friesien Holstein.

Dalam sambutannya, kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin ini, mengatakan, Gerakan Serentak Inseminasi Buatan Bangkit Peternak Sejahtera merupakan momentum untuk membangkitkan kembali peternakan Bantaeng.

Meningat, gerakan Inseminasi Buatan sempat vakum selama kurang lebih tiga tahun. Hal ini membuat populasi sapi di Bantaeng turun drastis.

“Ke depan ini harus kita kembangkan karena memang salah satu program prioritas kami yakni peternak bangkit. Peternak itu tidak muluk-muluk tidak terlalu banyak permintaanya yang penting setiap tahun kita programkan Inseminasi Buatan teman-teman peternak pasti sudah senang,” kata Uji Nurdin.

Kepala daerah termuda di Sulsel ini, targetkan, Kabupaten Bantaeng menjadi salah satu daerah penghasil bibit sapi terbaik di Sulsel.

“Kita mau kembalikan lagi dan target kita kedepan kalau semua orang mau cari bibit sapi terbaik datang saja ke Bantaeng, kita akan supply bibit sapi terbaik nanti,” harapnya.

Sementara, Kabid Peternakan Bantaeng, Eben Sri Mangampa, melaporkan, total pelaksanaan Inseminasi Buatan 2025 sebanyak 485 akseptor.

Ia melanjutkan, pelaksanaan kegiatan Inseminasi Buatan (IB) merupakan bagian dari upaya untuk menghidupkan kembali dan memperkuat layanan reproduksi ternak secara terencana, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan peternak.

“Insya Allah, kegiatan ini mengoptimalkan peningkatan sektor pertanian dan peternakan sebagai penggerak ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan dan kemandirian peternak, serta peningkatan kualitas sumber daya ternak melalui pemanfaatan teknologi tepat
guna,” pungkasnya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top