PLUZ.ID, MAKASSAR – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) melalui BSI Prioritas terus memperkuat posisinya sebagai sahabat finansial pengelolaan kekayaan syariah (sharia wealth management) terdepan dan bank emas terpercaya di Indonesia.
Melalui gelaran BSI Wealth Insight bertajuk ‘Golden Step Into the Future’, BSI memberikan insight kepada nasabah prioritas di Bandung mengenai peluang dan tantangan investasi emas di era bullion banking yang semakin berkembang.
Acara eksklusif yang diselenggarakan di Novotel Hotel, Makassar ini, menjadi platform bagi BSI untuk berbagi wawasan mendalam seputar prospek emas sebagai salah satu pilihan investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Hal ini sejalan dengan komitmen BSI untuk meningkatkan literasi finansial nasabah dalam menghadapi dinamika pasar dan inovasi produk investasi berbasis syariah.
RCEO Regional X BSI Makassar, Sukma Dwie Priardi, menyatakan, emas telah berevolusi menjadi instrumen investasi strategis yang mampu menjawab kebutuhan investor modern.
“Dalam beberapa tahun terakhir, emas semakin menegaskan posisinya bukan hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi pengelolaan kekayaan. Perkembangan bullion banking membuka peluang besar bagi BSI untuk menghadirkan inovasi produk, baik kepemilikan emas secara fisik maupun melalui kanal digital, yang lebih modern, aman, dan transparan bagi nasabah kami,” ujar Sukma.
Komitmen BSI dalam mengembangkan ekosistem emas syariah di Indonesia tercermin dari kinerja bisnis yang solid. Bisnis emas telah menjadi engine pertumbuhan bisnis BSI hingga Triwulan III 2025.
Bisnis emas BSI tumbuh melesat 72,82 persen (YoY) mencapai Rp18,76 triliun yang terdiri atas Cicil Emas Rp10,32 triliun tumbuh 106,36 persen (YoY), dan Gadai Emas Rp8,44 triliun tumbuh 44,19 persen (YoY). Selain pembiayaan emas, BSI juga mencatatkan pertumbuhan Tabungan E-mas dengan saldo kelolaan 1,15 ton, penjualan 1,69 ton dan CIF rekening emas mencapai 200 ribu.
Acara BSI Wealth Insight menghadirkan para pakar untuk membahas berbagai topik krusial, mulai dari masa depan bullion banking, strategi investasi emas yang efektif, hingga perbandingan antara kepemilikan emas secara fisik dan melalui kanal digital.
Sukma menjelaskan, di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas tetap menjadi aset primadona.
“Prospek emas ke depan cukup potensial. Fungsinya sebagai safe haven dan potensi kenaikan nilainya menjadikan emas sebagai komponen wajib dalam portofolio investasi yang tangguh. Melalui produk yang tepat, emas dapat menjadi kunci untuk mencapai kemandirian finansial yang berkelanjutan. Keberadaan bisnis emas BSI juga merupakan upaya dukungan bagi program pemerintah dalam mendorong hilirisasi emas,” jelasnya.
Sukma menambahkan, BSI terus berinovasi untuk menyesuaikan produk dengan profil investor yang beragam.
“Kami memahami bahwa setiap nasabah memiliki preferensi berbeda. Oleh karena itu, BSI menyediakan pilihan investasi kepemilikan emas secara fisik dan melalui kanal digital melalui Byond by BSI yang memungkinkan nasabah berinvestasi dengan mudah, kapan pun dan di mana pun,” ungkap Sukma.
Melalui acara ini, BSI berharap, dapat mempererat engagement dengan nasabah BSI Prioritas, sekaligus memperkuat positioning BSI sebagai mitra terpercaya dalam pengelolaan kekayaan. Inisiatif ini merupakan bagian dari langkah strategis BSI untuk tidak hanya menjadi pemimpin dalam layanan perbankan syariah, tetapi juga sebagai bank emas pilihan utama masyarakat Indonesia.
Adapun kinerja segmen wealth management BSI hingga Triwulan III 2025 telah mengelola lebih dari 70 ribu nasabah Prioritas. Wealth Management BSI juga menghadirkan berbagai produk sesuai kebutuhan nasabah seperti produk emas (Tabungan E-Mas, BSI Gold, Cicil Emas BSI dan Gadai Emas BSI), Reksa Dana Syariah, Sukuk, dan Produk Bancassurance.
BSI Prioritas juga menghadirkan berbagai layanan dan fasilitas ekslusif bagi nasabah seperti Konsultasi Waris dan Hajj & Umrah Concierge. (***)