Kuota Haji Gowa Meningkat, Wamenhaj dan Bupati Lepas 1.421 JCH

PLUZ.ID, GOWA – Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menghadiri Bimbingan Manasik Haji dan Pelepasan Jemaah Haji Reguler Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (7/2/2026).

Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap peningkatan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di daerah.

Pada kesempatan tersebut Bupati Gowa menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Wakil Menteri Haji dan Umrah di Kabupaten Gowa.

Menurutnya, kehadirannya menjadi kehormatan bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kehadiran Bapak Wakil Menteri menjadi penguat semangat bagi kami dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pelayanan penyelenggaraan ibadah haji, khususnya di Kabupaten Gowa,” katanya.

Orang nomor satu di Gowa ini, menyebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya, salah satunya melalui penyediaan armada bus untuk mengantar calon jemaah haji menuju Asrama Haji Sudiang.

Selain itu, pada 2025 Pemkab Gowa juga telah memberikan hibah tanah dan bangunan untuk mendukung pelayanan penyelenggaraan ibadah haji di Kabupaten Gowa yang kini dimanfaatkan oleh Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Gowa dan telah diresmikan awa ltahun 2026 kemarin.

Tak hamya itu, Bupati Husniah juga mengungkapkan rasa syukur atas peningkatan jumlah calon jamaah haji Kabupaten Gowa pada musim haji 1447 H/2026 M. Jika pada tahun sebelumnya jumlah jamaah sekitar 517 orang, kini meningkat menjadi 1.421 orang.

“Kuota Jemaah Calon Haji (JCH) kabupaten Gowa tahun ini kita cukup bangga karena jumlahnya lebih dari 100 persen yaitu 1421 JCH, yang tahun lalu 517 orang. semoga tahun ini dengan bertambahnya tidak mengurangi hikmahnya mereka beribadah sekaligus menjadi motivasi bagi petugas untuk memberikan pelayanan yang lebih baik,” jelasnya.

Oleh karena itu, ia berpesan kepada seluruh jamaah agar menjaga kesehatan, kekompakan, serta mengikuti arahan pembimbing dan petugas haji selama menjalankan ibadah.

“Jadikan perjalanan ini sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, terpenting jaga kesehata karena ibadah haji itu sangat identik dengan fisik,” pesannya.

Sementara, Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan, pemerintah terus mendorong sistem kuota haji yang lebih transparan dan berkeadilan, mengingat jumlah waiting list jamaah haji di Indonesia mencapai sekitar 5,6 juta orang, termasuk lebih dari 200 ribu orang di Sulsel.

“Dengan prinsip keadilan untuk seluruhnya kita mendorong terus supaya perhitungan kuota itu dilakukan dengan cara yang transparan. Mudah-mudahan dari yang tadinya di Sulsel itu paling lama 48 tahun di Bantaeng, sekarang telah sama hanya 26 tahun di seluruh Indonesia,” sebut Wamenhaj.

Ia juga mengingatkan jamaah untuk mengikuti manasik dengan sungguh-sungguh, terutama mempersiapkan kondisi kesehatan karena sebagian besar rangkaian ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik.

“Harapannya seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan baik dan kembali sebagai haji yang mabrur serta memberi manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (***)

Berita Terkait
Baca Juga