Tak Ada Tebang Pilih, Pemkot Makassar Pastikan PKL Sekitar SMKN 4 Tetap Ditertibkan
PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menegaskan komitmennya dalam menata kawasan kota secara adil dan konsisten tanpa tebang pilih.
Tidak ada lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang diperlakukan secara khusus atau dispesialkan.
Terlebih bagi PKL di sekitar SMKN 4 Makassar, Kecamatan Bontoala, yang mendirikan bangunan jualan maupun aktivitas bisnis di atas trotoar serta menutup saluran drainase yang merupakan fasilitas umum.
Penegasan tersebut disampaikan perwakilan Pemerintah Kota Makassar di tingkat kecamatan sebagai respons atas beredarnya isu liar yang sengaja dimainkan sejumlah pihak.
Camat Bontoala, Fataullah, menegaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar akan tetap melakukan penertiban terhadap PKL yang berjualan di atas trotoar dan saluran drainase.
“Penertiban wilayah kami lakukan sebagai bentuk pengawasan dan penataan agar aktivitas PKL berjalan tertib tanpa mengganggu fasilitas umum dan fasilitas soaial,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Langkah tersebut menindaklanjuti adanya informasi pembiaran terhadap lapak PKL di Jl Ujung, Tinumbu, tepatnya di belakang Pertamina, Jl Lamuru, Kecamatan Bontoala, mengecat lapak menggunakan warna kuning untuk menghindari penertiban, dibantah pemerintah.
Fataullah menepis isu adanya pembiaran terhadap PKL di wilayah dekat SMKN 4 tersebut, khususnya di Jl Ujung, Tinumbu.
Ia menegaskan, seluruh proses penertiban tetap berjalan sesuai prosedur dan tahapan yang telah ditetapkan.
“Tetap akan kami tertibkan. Tidak benar jika ada pembiaran. Semua ada prosedur dan tahapan sebagai bentuk peringatan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, penataan kota tetap mengacu pada aturan yang berlaku dan bertujuan menjaga ketertiban, keselamatan, serta kenyamanan seluruh pengguna jalan dan pejalan kaki.
Penertiban akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan oleh tim gabungan kecamatan dan Satpol PP.
Penyisiran difokuskan pada PKL yang mengambil badan jalan, berdiri di atas trotoar, serta mengganggu fungsi drainase dan keselamatan pengguna jalan.
Ia menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, pemerintah kecamatan terlebih dahulu memberikan Surat Peringatan (SP) sebagai bentuk teguran kepada pedagang.
Tahapan dimulai dari SP1, dilanjutkan SP2, hingga penertiban jika pedagang tidak mengindahkan peringatan tersebut.
“Prosedurnya harus dilewati. Kami berikan SP1 sebagai peringatan awal sekaligus teguran agar pedagang menyiapkan langkah memindahkan barang jualannya,” jelasnya.
Selain memberikan peringatan, Pemkot Makassar, juga menyiapkan solusi konkret bagi para pedagang.
Salah satunya dengan mencarikan lokasi relokasi yang layak agar aktivitas usaha tetap berjalan tanpa melanggar aturan. Ditegaskan, penertiban ini bukan untuk mematikan usaha masyarakat.
“Justru pemerintah hadir memberikan solusi, sehingga ketika ditertibkan, pedagang sudah memiliki alternatif tempat berjualan,” jelasnya.
Fataullah menekankan, penataan PKL harus dibarengi solusi agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Sesuai arahan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara ketertiban kota dan keberlangsungan ekonomi warga.
Sehingga, terkait PKL yang berada di sekitar SMKN 4 Makassar, Jl Ujung, Tinumbu, Fataullah mengungkapkan, tahapan penertiban telah berjalan.
Para pedagang di kawasan tersebut telah menerima Surat Peringatan kedua (SP2), setelah sebelumnya SP1 telah diberikan lurah terdahulu.
“Untuk PKL di sekitar SMKN 4, sudah dilakukan SP2. Sebelumnya, SP1 sudah dilaksanakan,” terangnya.
Sebelumnya, sejumlah PKL di Jl Ujung, Tinumbu, tepatnya di dekat SMKN 4 Makassar, melakukan penataan mandiri dengan mengecat lapak mereka menggunakan warna kuning secara seragam.
Meski demikian, pemerintah menegaskan, pengecatan lapak secara mandiri tidak serta-merta melegalkan aktivitas berjualan di atas trotoar maupun drainase. Penataan tetap harus mengikuti aturan yang berlaku.
Diketahui pula, pada pekan lalu pihak Kelurahan Parang Layang, Kecamatan Bontoala, telah menjadwalkan turun langsung ke lokasi untuk memberikan peringatan kepada pedagang yang melanggar.
Namun, upaya tersebut sempat tertunda karena adanya adu mulut dengan pemilik warung yang disebut-sebut mengaku sebagai oknum aparat.
Pemkot Makassar, memastikan akan terus melakukan pendekatan persuasif dan penertiban secara bertahap bersama Satpol PP, demi menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bagi seluruh pengguna jalan serta pejalan kaki. (***)