search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Wawali Makassar Tegaskan Peran Strategis Dakwah dalam Pembangunan

Pembinaan Mubalig 2026
doelbeckz - Pluz.id Selasa, 10 Februari 2026 20:48
Aliyah Mustika Ilham. foto: istimewa
Aliyah Mustika Ilham. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, secara resmi menutup rangkaian Pembinaan Mubalig Kota Makassar 2026 Kegiatan IV yang mengusung tema ‘Mubalig sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Mewujudkan Makassar yang Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan’ di Gedung Islamic Centre IMMIM, Selasa (10/2/2026).

Dalam sambutannya, Wawali Aliyah menekankan, peran muballigh sangat strategis dalam mendukung pembangunan Kota Makassar, khususnya pembangunan manusia dan karakter masyarakat.

“Pembangunan sejati bukan hanya soal infrastruktur dan kebijakan administratif, tetapi pembangunan manusia, akhlak, toleransi, dan kesadaran sosial. Di sinilah peran mubalig menjadi mitra strategis pemerintah,” ujarnya.

Aliyah menegaskan, Makassar yang unggul tidak hanya diukur dari pertumbuhan fisik dan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral, etika, serta sumber daya manusianya.

Sementara, Makassar yang inklusif adalah kota yang mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa diskriminasi, aman dari konflik sosial, dan berkelanjutan bagi generasi masa depan.

Ketua BKMT Kota Makassar ini, juga mengajak para mubalig untuk terus mengembangkan dakwah yang sejuk, moderat, mencerahkan, dan solutif.

“Dakwah harus menjadi cahaya, bukan api. Menjadi peneduh, bukan pemicu konflik. Dakwah yang paling efektif bukan hanya dari mimbar, tetapi dari keteladanan,” tegasnya.

Di tengah tantangan globalisasi dan pesatnya perkembangan media sosial, Aliyah menilai, mubalig, terutama generasi muda perlu terus meningkatkan kapasitas, wawasan, serta metode dakwah agar pesan keislaman tetap relevan dan menyentuh kehidupan nyata masyarakat.

Ia juga mendorong sinergi berkelanjutan antara pemerintah dan mubalig dalam berbagai program pembinaan umat, penguatan moderasi beragama, pencegahan konflik sosial, pembinaan generasi muda, hingga penguatan ketahanan keluarga.

“Jika mubalig dan pemerintah berjalan bersama, maka pesan pembangunan akan sampai ke hati masyarakat, bukan hanya ke telinga,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Aliyah turut mengusulkan pemberian apresiasi kepada muballigh terbaik serta mendorong peningkatan partisipasi mubalig perempuan.

Ia juga mengajak para muballigh untuk lebih aktif menyentuh persoalan sosial di tengah masyarakat, termasuk isu-isu kemanusiaan yang membutuhkan pendekatan dakwah yang empatik dan membumi.

Menjelang Bulan Suci Ramadan, Aliyah menegaskan, peran utama mubalig adalah menjadi penyejuk, pemersatu, dan penyampai doa bagi para pemimpin dan masyarakat.

“Yang kami harapkan adalah doa. Karena kekuatan doa itulah yang melindungi kita semua,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Aliyah secara resmi menutup kegiatan Pembinaan Mubalig Kota Makassar 2026 dan menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan.

“Semoga kegiatan ini bernilai ibadah di sisi Allah SWT dan membawa manfaat bagi umat serta Kota Makassar,” tutupnya.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Makassar, Mohammad Syarief, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan Pembinaan Mubalig Kota Makassar 2026 dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan total peserta mencapai 600 orang.

“Kegiatan pembinaan mubalig ini, dilaksanakan dalam empat kegiatan dengan jumlah peserta sekitar 150 orang setiap kegiatan, sehingga total mencapai 600 mubalig dan muballighah se-Kota Makassar. Pembinaan ini kami rancang sebagai bekal menghadapi Bulan Suci Ramadan agar para muballigh semakin siap secara keilmuan, wawasan kebangsaan, dan pendekatan dakwah yang menyejukkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menghadirkan berbagai narasumber lintas unsur guna memperkuat sinergi antara muballigh dan unsur pemerintah.

“Alhamdulillah, kegiatan ini menghadirkan narasumber dari unsur Forkopimda, alim ulama, serta tokoh-tokoh keagamaan di Kota Makassar. Kami berharap pembinaan singkat ini dapat memberikan pencerahan dan memperkuat peran mubalig sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial menjelang Ramadan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri Kabag Kesra Kota Makassar Mohammad Syarief, Kepala Staf Kodim 1408/Makassar Letkol Inf Wahyu Yunus, DPP IMMIM KH Amirullah Amri, Ketua Yayasan Dana Islamic Center Nur Fadli Fadeli Luran, Wakil Ketua DPW Muhammadiyah Sulsel KH Sudirman, Ketua Baznas Kota Makassar M Azhar Tamanggong, serta para mubalig dan mubaligah se-Kota Makassar. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top