search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Satgas Sapu Bersih Tinjau Gudang Beras dan RPH di Gowa, Pastikan Stok dan Mutu Terjaga

doelbeckz - Pluz.id Rabu, 11 Februari 2026 22:48
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, GOWA – Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih Pelanggaran Harga dan Mutu Pangan melakukan peninjauan langsung ke gudang beras dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di Kabupaten Gowa, Selasa (10/2/2026).

Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan serta mutu produk tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel tergabung dalam satgas ini, diantaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian, Dinas Peternakan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP).

Peninjauan tersebut dilakukan di salah satu gudang beras di wilayah Bajeng, Kabupaten Gowa.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Badan Pangan Nasional, Brigjen Pol Hermawan, menyampaikan, hasil pemantauan menunjukkan stok beras dalam kondisi aman dengan kualitas yang baik.

“Kita berkunjung di gudang beras, alhamdulillah stok cukup dan produksi banyak, kualitasnya juga bagus. Kita sudah lihat langsung, berasnya putih bersih. Yang rusak atau berwarna cokelat sudah dipisahkan dan dimanfaatkan untuk keperluan lain, tidak diperjualbelikan,” ujarnya.

Hermawan menjelaskan, beras medium saat ini dijual dengan harga Rp12.500 per kilogram dan didistribusikan sesuai dengan sistem zonasi pedagang yang telah ditetapkan.

“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap beras dari pemerintah. Apalagi sudah ada sertifikasi, sehingga mutu dan keamanannya terjamin,” katanya.

Selain gudang beras, Satgas juga meninjau RPH Tamarunang, Kabupaten Gowa. Dalam kunjungan tersebut,

Hermawan mengapresiasi sistem penanganan daging ayam yang dinilai telah memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

“Setelah dipotong langsung dibersihkan dan dimasukkan ke dalam freezer. Ini bagus karena tidak sempat terkontaminasi bahan lain,” jelasnya.

RPH Tamarunang diketahui memiliki kapasitas produksi hingga 5.000 ekor ayam per hari dengan harga jual sekitar Rp40.000 per kilogram. Sistem pengolahan tersebut dinilai mendukung upaya penyediaan protein hewani yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat.

Kunjungan lapangan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin pemerintah untuk memastikan pasokan pangan di Sulsel tetap tersedia, terjangkau, dan memenuhi standar mutu, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat sebagai konsumen. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top