search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Munafri Arifuddin Tekankan Pendidikan Qur’ani dan Berkarakter Jawab Krisis Etika Anak

Resmikan SIT Raffasya
doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 11 April 2026 17:38
PERESMIAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan grand opening cabang ke-2 Sekolah Islam Terpadu (SIT) Raffasya Yayasan Baitul Makmur di Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (11/4/2026). foto: istimewa
PERESMIAN. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meresmikan grand opening cabang ke-2 Sekolah Islam Terpadu (SIT) Raffasya Yayasan Baitul Makmur di Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (11/4/2026). foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan pentingnya integrasi pendidikan iman, akhlak, dan intelektual dalam membentuk generasi unggul.

Hal itu disampaikan Munafri saat meresmikan grand opening cabang ke-2 Sekolah Islam Terpadu (SIT) Raffasya Yayasan Baitul Makmur di Jl AP Pettarani, Kota Makassar, Sabtu (11/4/2026).

Wali Kota yang akrab disapa Appi ini, mengapresiasi kehadiran lembaga pendidikan berbasis Islam terpadu yang dinilai mampu menjawab kebutuhan zaman, khususnya dalam membangun karakter generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual.

“Sekarang ini kita tidak hanya butuh anak-anak yang pintar secara intelektual, tapi juga yang punya iman dan akhlak. Percuma cerdas kalau tidak punya akhlak,” katanya.

Ia menilai, konsep pendidikan yang diterapkan sekolah SIT Raffasya, seperti program hafalan Al Qur’an hingga 30 juz, merupakan capaian luar biasa yang membutuhkan sistem pembinaan khusus dan konsistensi tinggi.

Appi mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar saat ini tengah mendorong penguatan kurikulum pendidikan dasar SD dan SMP, dengan memasukkan nilai-nilai keimanan, akhlak, serta muatan lokal sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran.

Appi menggarisbawahi, fenomena menurunnya etika sosial di kalangan anak-anak menjadi perhatian serius yang harus dijawab pemerintah, seiring dengan pengaruh media sosial yang tidak terkontrol.

“Anak-anak sekarang sudah mulai kehilangan nilai-nilai, seperti ‘tabe’, sopan santun kepada orang tua, bahkan adab dalam pergaulan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” ujarnya.

Selain itu, Ia menekankan, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kualitas tenaga pengajar.

Appi mengapresiasi langkah yayasan yang menghadirkan pengajar langsung dari Gaza, Palestina, untuk memperkuat sistem pembelajaran Qur’ani di sekolah tersebut.

“Kalau kita ingin hasil yang baik, gurunya juga harus kita perhatikan. Di sini langsung didatangkan dari Gaza untuk memastikan kualitas pendidikan berjalan maksimal,” katanya.

Pada kesempatan itu, Appi juga menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung infrastruktur kawasan, termasuk percepatan perbaikan jalan di sekitar lokasi sekolah, dengan syarat penyerahan fasilitas umum dan fasilitas sosial oleh pihak pengembang.

“Ini bukan hadiah, ini tugas kami. Justru kami zalim kalau tidak memperbaiki fasilitas umum yang digunakan masyarakat,” tegasnya.

Terakhir, Appi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan kota yang tertib, nyaman, dan berdaya saing, sekaligus melahirkan generasi Qur’ani menuju Indonesia Emas 2045. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top