search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Rapat Formatur PWI Sulsel, Finalisasi Pengurus Baru Rampung dalam Suasana Kekeluargaan

Rapat Virtual Lintas Daerah
doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 20 Juni 2026 22:17
Suwardi Thahir. foto: istimewa
Suwardi Thahir. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Aura kebersamaan dan komitmen total memajukan roda organisasi mendominasi jalannya rapat koordinasi Dewan Formatur hasil Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel.

Walau para anggotanya tersebar di berbagai wilayah, proses penyelarasan tetap bergulir lincah lewat layar virtual dalam atmosfer yang hangat, kekeluargaan, serta kental dengan semangat persatuan.

Bentangan jarak terbukti bukan barikade bagi jajaran formatur untuk menunaikan mandat organisasi.

Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel terpilih, Muhammad Dahlan Abubakar, bergabung dalam forum digital ini, langsung dari Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) di sela-sela waktu mendampingi orang tuanya yang sakit.

Di saat yang sama, Sarjono selaku representasi pengurus pusat mengikuti dari Kendari, sementara Abdul Razak Arsyad yang mewakili aspirasi daerah mengudara dari Kota Parepare.

Adapun di titik utama Makassar, Ketua PWI Sulsel terpilih, Suwardi Thahir, bersama Mappiar dan sejumlah formatur lainnya berkumpul langsung di Kantor PWI Sulsel.

Berkat kecanggihan teknologi telekonferensi, sekat geografis terpangkas seketika, memungkinkan seluruh formatur saling melempar gagasan, berdiskusi hangat, dan menuntaskan agenda krusial organisasi dengan sangat efektif.

Pertemuan strategis ini, mengupas tuntas beberapa agenda penting. Fokus utama tertuju pada finalisasi struktur kepengurusan PWI Sulsel untuk masa bakti mendatang, sekaligus mencari solusi atas sengkarut administrasi keanggotaan yang belakangan kerap menjadi buah bibir para anggota.

Ketua PWI Sulsel terpilih mengungkapkan, rancang bangun kepengurusan sebenarnya sudah rampung digodok tim formatur.

Kendati demikian, sentuhan akhir tetap dilakukan guna memastikan postur organisasi yang terbentuk benar-benar lincah dan siap menjawab tantangan serta dinamika zaman.

“Alhamdulillah, cetak biru kepengurusan secara umum sudah berhasil kita rampungkan bersama. Melalui tatap muka virtual ini, kita melakukan pemolesan akhir demi memastikan seluruh komposisi dan mekanisme organisasi tertata dengan apik serta proporsional,” cetusnya.

Tak melulu soal kabinet baru, forum ini juga memberikan atensi khusus pada karut-marut Kartu Tanda Anggota (KTA) serta status legalitas sejumlah kader PWI Sulsel.

Dewan Formatur sepakat bulat, setiap riak persoalan ini wajib diselesaikan lewat jalur profesional, transparan, dan patuh pada regulasi organisasi.

Menanggapi hal itu, Sarjono menilai, performa tim formatur sejauh ini telah memperlihatkan gairah konsolidasi yang luar biasa.

Ia optimistis racikan kepengurusan yang digodok mampu merangkul seluruh faksi demi memperkokoh fondasi PWI Sulsel ke depan.

“Apa yang telah dirumuskan oleh tim formatur merupakan buah dari musyawarah yang sangat matang. Kami optimis struktur yang akan disahkan nanti merefleksikan semangat rekonsiliasi dan soliditas internal PWI Sulsel,” tuturnya.

Di sisi lain, Muhammad Dahlan Abubakar melayangkan penegasan, Dewan Kehormatan tidak akan tinggal diam terhadap problematika keanggotaan, termasuk isu miring seputar KTA maupun nasib anggota yang tengah didera sanksi organisasi.

Ia menggaransi bahwa seluruh proses pemulihan dan penertiban bakal berjalan objektif dengan kiblat yang jelas, yakni Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi.

“Marwah dan kehormatan organisasi adalah harga mati yang harus kita jaga bersama. Oleh karena itu, setiap noktah persoalan keanggotaan akan dieksekusi secara profesional dan taat asas,” cetus Dahlan dengan nada tegas.

Setali tiga uang dengan Mappiar yang konsisten menyuarakan pentingnya persatuan. Abdul Razak Arsyad juga memuji formasi kepengurusan kali ini yang dinilai sukses menjembatani berbagai faksi dan latar belakang di tubuh PWI Sulsel.

“Kami melihat arsitektur kepengurusan yang disusun kali ini sangat representatif. Daerah, lintas generasi, hingga berbagai elemen organisasi mendapatkan porsi yang seimbang. Ini adalah bukti sahih adanya komitmen untuk membangun PWI Sulsel yang inklusif dan merangkul semua lini,” papar Abdul Razak Arsyad.

Pemanfaatan ruang digital dalam rapat ini juga menjadi preseden baik bahwa transformasi teknologi mampu mendongkrak efektivitas tata kelola organisasi modern. Meski raga terpisah ratusan kilometer, tanggung jawab dan amanah besar hasil konferensi tetap bisa dituntaskan tanpa cela.

Kini, dengan proses finalisasi yang tinggal selangkah lagi, nakhoda dan gerbong baru PWI Sulsel diharapkan bisa segera berlayar.

Harapan besar digantungkan agar organisasi ini tumbuh semakin solid, profesional, serta menjadi motor penggerak dalam mendongkrak mutu dan kompetensi para jurnalis di Bumi Sawerigading. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top