search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Atlet Berprestasi Sulsel Harapkan KOR Mattoanging Makassar Kembali Jadi Pusat Pembinaan

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 19 Juli 2026 23:47
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Sejumlah atlet berprestasi Sulawesi Selatan yang kini mengabdi sebagai aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan turut ambil bagian dalam kerja bakti penataan Kawasan Olahraga (KOR) Mattoanging, Kamis (16/7/2026). Mereka berharap kawasan yang pernah menjadi pusat pembinaan olahraga tersebut kembali berfungsi sebagai kawah candradimuka lahirnya atlet-atlet berprestasi.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulsel itu melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) lingkup Pemprov Sulsel. Kerja bakti difokuskan pada pembersihan sejumlah titik di kawasan Mattoanging, mulai dari lapangan sepak bola, kolam renang, gedung olahraga hingga area eks Gedung Jantung Sehat.
Penataan dilakukan sebagai langkah awal mengembalikan fungsi kawasan olahraga Mattoanging setelah aset tersebut kembali berada dalam pengelolaan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Ke depan, kawasan ini diharapkan kembali menjadi pusat pembinaan atlet sekaligus ruang olahraga yang nyaman bagi masyarakat.
Salah seorang peserta kerja bakti, atlet anggar Sulsel Andi Almaidah Dirhamzah, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam penataan kawasan yang memiliki sejarah panjang bagi olahraga Sulawesi Selatan. Peraih medali emas PON Riau 2012 serta perunggu pada PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021 itu kini mengabdi sebagai ASN Pemprov Sulsel melalui jalur prestasi sejak 2021.
“Alhamdulillah, saya sangat mengapresiasi kegiatan kerja bakti dan penataan kawasan ini. Mattoanging kini terlihat jauh lebih bersih dan tertata. Ini menjadi langkah awal yang baik untuk mengembalikan fungsinya sebagai ruang olahraga yang layak dimanfaatkan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Almaidah, penataan tersebut perlu diikuti dengan pemeliharaan secara berkelanjutan agar kawasan Mattoanging tetap bersih, aman, dan nyaman digunakan.
Ia berharap fasilitas olahraga yang telah ditata dapat dimanfaatkan secara optimal oleh atlet maupun masyarakat. Menurutnya, kawasan tersebut merupakan aset bersama yang perlu dijaga sehingga mampu mendukung lahirnya prestasi-prestasi baru dari Sulawesi Selatan.
Harapan serupa disampaikan atlet judo Sulsel Aditya Wahyudi Muhammad, peraih medali PON 2012, 2016, dan 2021 yang juga berstatus ASN Pemprov Sulsel melalui jalur prestasi.
“Alhamdulillah, saya sebagai atlet yang diangkat menjadi ASN melalui jalur prestasi merasa sangat senang karena Mattoanging bisa kembali difungsikan sebagai sarana olahraga,” katanya.
Aditya berharap kawasan tersebut kembali menjadi tempat lahirnya atlet-atlet berprestasi, khususnya pada cabang olahraga judo, sehingga Sulawesi Selatan terus melahirkan generasi penerus yang mampu berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Apresiasi juga disampaikan ASN Dispora Sulsel sekaligus mantan atlet karate Sulawesi Selatan, Ayu Safitri. Menurutnya, kolaborasi lintas OPD dalam kegiatan kerja bakti menjadi wujud kepedulian bersama terhadap aset milik pemerintah daerah.
“Saya mengapresiasi kekompakan seluruh OPD Pemprov Sulsel dalam bergotong royong menata dan menjaga kebersihan aset daerah. Semangat kebersamaan seperti ini menjadi modal penting untuk menghidupkan kembali kawasan olahraga Mattoanging,” ujarnya.
Menurut Ayu, KOR Mattoanging memiliki nilai historis yang besar bagi perjalanan olahraga Sulawesi Selatan sehingga sudah selayaknya kembali difungsikan sebagai pusat kegiatan olahraga.
“Semoga KOR Mattoanging kembali dimanfaatkan sebagai tempat berlatih para atlet, menjadi ruang olahraga bagi masyarakat, sekaligus kembali menjadi ikon olahraga yang membanggakan Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulsel, Suherman, mengatakan kerja bakti merupakan langkah awal penataan kawasan Mattoanging yang akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan setelah aset tersebut kembali dikelola Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
“Kita turun bersama membersihkan dan menata kawasan stadion sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan, kenyamanan, sekaligus kesiapan fasilitas olahraga bagi masyarakat. Kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin sebagai wujud komitmen menjaga Stadion Mattoanging agar kembali menjadi kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.
Menurut Suherman, keberhasilan penataan kawasan olahraga Mattoanging tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kebersihan, ketertiban, dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bertanggung jawab.
“Mattoanging kita jaga, kita rawat, dan kita banggakan,” pungkasnya. (*)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top