Andi Sudirman Sulaiman Groundbreaking Jalan Moncongloe, Warga Berharap Banjir dan Kemacetan Segera Teratasi
PLUZ.ID, MAROS – Keluhan warga Kecamatan Moncongloe, Kabupaten Maros terhadap kerusakan Jalan Poros Pammenjeng yang selama bertahun-tahun memicu banjir dan kemacetan mulai ditangani melalui pembangunan yang dimulai Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.
Pembangunan ruas Jalan Batas Kota Makassar–Pamanjengan–Benteng Gajah ditandai dengan seremoni groundbreaking yang dipimpin Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, Kamis (23/7/2026).
Bagi warga setempat, dimulainya pembangunan tersebut menjadi harapan untuk mengurangi persoalan banjir, kemacetan, dan hambatan mobilitas.
Ruas tersebut merupakan salah satu jalur strategis yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Maros dengan tingkat mobilitas yang cukup tinggi.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Moncongloe, Muhammad Rizal, mengaku, bersyukur karena pembangunan yang telah lama dinantikan akhirnya mulai dikerjakan.
“Alhamdulillah, hari ini menjadi kabar yang sangat menggembirakan bagi kami. Jalan Poros Moncongloe, khususnya di Dusun Pammenjeng, selama ini sering dikeluhkan masyarakat karena kondisinya rusak, menyebabkan banjir, dan mengganggu aktivitas warga,” ujarnya.
Rizal mengatakan, dirinya merasakan langsung dampak kerusakan jalan tersebut karena rumahnya berada di tepi ruas yang kini mulai dibangun.
Ia berharap, proyek tersebut dapat diselesaikan sesuai target sehingga mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus membantu mengurangi persoalan banjir di kawasan tersebut.
“Kami berharap pekerjaan ini dapat diselesaikan tepat waktu sehingga mampu memperlancar aktivitas masyarakat, meningkatkan kenyamanan pengguna jalan, serta mengatasi persoalan banjir yang selama ini menjadi keluhan warga,” katanya.
Keluhan serupa disampaikan Pandi, seorang pedagang sayur yang setiap hari melintasi ruas tersebut.
Menurutnya, saat musim hujan genangan air kerap menyebabkan kemacetan panjang sehingga menghambat pekerjaannya.
“Kalau hujan banjir. Pekerjaan jadi terhambat, macet juga. Pernah sampai satu jam terjebak di sini karena jalan rusak dan banyak lubang, dan itu sering,” ungkapnya.
Ia berharap, pembangunan jalan segera rampung agar perjalanan warga menjadi lebih lancar.
Sementara, pengguna jalan lainnya, Supriadi, menilai persoalan di ruas tersebut tidak hanya disebabkan oleh kerusakan badan jalan, tetapi juga belum optimalnya sistem drainase sehingga air hujan menggenangi jalan dan mempercepat kerusakan.
“Memang pekerjaan jalan di sini harus terintegrasi dengan sistem drainase. Air seharusnya mengalir ke drainase, bukan ke badan jalan. Jalan ini memang sudah lama menjadi prioritas karena merupakan jalan provinsi dengan tingkat utilitas yang tinggi sebagai jalur alternatif dari Antang menuju Perintis,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan memberikan manfaat besar bagi warga yang setiap hari melintasi ruas tersebut untuk bekerja maupun beraktivitas.
Groundbreaking pembangunan gubernur dilakukan bersama Bupati Maros Chaidir Syam, Anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, unsur Forkopimda, serta masyarakat setempat.
Pembangunan ruas sepanjang sekitar 9,3 kilometer tersebut merupakan bagian dari Program Preservasi Jalan Multiyears Contract (MYC) Paket 6.
Paket ini mencakup penanganan 20 ruas jalan strategis dengan total panjang 157,49 kilometer yang tersebar di sembilan kabupaten/kota, termasuk Kabupaten Maros.
Selain meningkatkan kemantapan jalan provinsi, pembangunan ruas tersebut diharapkan memperkuat konektivitas antara Kota Makassar dan Kabupaten Maros, memperlancar distribusi logistik, serta mendukung aktivitas ekonomi di kawasan yang terus berkembang.
Secara keseluruhan, Program Multiyears Project (MYP) Pemprov Sulsel melalui enam paket didanai APBD sekitar Rp2,5 triliun untuk menangani sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi pada sekitar 100 ruas yang tersebar di 24 kabupaten/kota selama periode 2025–2027.
Bupati Maros, Chaidir Syam, menyampaikan, apresiasi atas dimulainya pembangunan tersebut.
Menurutnya, proyek ini merupakan harapan besar masyarakat Moncongloe yang selama bertahun-tahun menantikan perbaikan jalan.
“Warga Moncongloe mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah melakukan groundbreaking. Mudah-mudahan ini menjadi awal dari pekerjaan Jalan Moncongloe. Ini harapan besar masyarakat selama ini, alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” ujar Chaidir.
Sebelum pekerjaan konstruksi permanen dimulai, Pemprov Sulsel telah melakukan penanganan sementara di sejumlah titik agar akses masyarakat tetap dapat digunakan sembari menunggu pelaksanaan pembangunan secara menyeluruh. (***)