Andi Aslinda Dinilai Layak Jadi Rektor UNM
PLUZ.ID, MAKASSAR – Proses Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Negeri Makassar (UNM) periode 2026-2030 resmi memasuki tahapan awal.
Senat UNM telah membentuk Panitia Pemilihan Rektor sebagai langkah awal penyelenggaraan seluruh rangkaian proses demokratis untuk menentukan pemimpin baru yang akan membawa UNM menuju penguatan tata kelola, peningkatan kualitas akademik, serta daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Panitia Pemilihan Rektor diketuai Direktur Pascasarjana UNM, Prof Dr Andi Muhammad Idkhan, yang bertugas menyusun tahapan, mekanisme, hingga jadwal resmi pemilihan rektor.
Hingga saat ini, panitia masih menyusun agenda rinci mulai dari pembukaan pendaftaran bakal calon, proses verifikasi administrasi, penyampaian visi dan misi, penyaringan Senat Universitas, hingga pelaksanaan pemilihan rektor definitif.
Pemilihan rektor kali ini menjadi momentum penting bagi UNM untuk menentukan arah pengembangan institusi dalam empat tahun ke depan, sekaligus mengakhiri masa kepemimpinan transisional yang saat ini dijalankan Pelaksana Tugas (Plt) Rektor, Prof Dr Farida Patittingi SH MHum.
Sejumlah nama mulai mencuat sebagai bakal calon rektor. Salah satu figur internal yang lebih dahulu menyatakan kesiapan untuk maju adalah Dr Arifin Manggau.
Selain itu, Senat UNM juga telah menetapkan sejumlah bakal calon lainnya, yakni Prof Dr Hasnawi Haris, Prof Dr Ir M Ichsan Ali, Prof Dr Hj Hasmyati, Prof Dr Karta Jayadi, serta Prof Dr Eko Hadi Sujiono.
Di luar nama nama tersebut, proses penjaringan masih terus berlangsung. Sejumlah guru besar, pimpinan fakultas, maupun tokoh akademik internal kampus diperkirakan akan ikut meramaikan kontestasi setelah tahapan pendaftaran resmi dibuka panitia.
Di tengah bergulirnya proses tersebut, muncul pula dukungan terhadap Prof Dr Hj Andi Aslinda MSi sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin UNM.
Dukungan tersebut datang dari berbagai kalangan, termasuk aktivis Sulsel, Asdar Akbar.
Menurut Asdar Akbar, UNM membutuhkan sosok pemimpin yang memiliki kapasitas akademik, integritas, pengalaman birokrasi, serta mampu menjaga stabilitas organisasi kampus.
“UNM membutuhkan pemimpin yang cerdas, fleksibel, memiliki rekam jejak yang baik, visioner, serta tidak memiliki konflik, sehingga mampu merangkul seluruh elemen civitas akademika untuk bersama sama membangun universitas menjadi lebih maju,” ujar aktivis pemerhati sosial, politik, dan hukum ini, kepada redaksi, Kamis (6/8/2026).
Om Bintang, sapaan akrab Asdar Akbar, menilai, proses pemilihan rektor harus menjadi momentum menghadirkan kepemimpinan yang mampu menjaga persatuan, memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sekaligus memperluas jejaring kerja sama di tingkat nasional maupun internasional.
Salah satu nama yang mendapat perhatian adalah Prof Dr Hj Andi Aslinda MSi.
Sebagai Guru Besar di bidang Ilmu Administrasi Publik, ia dinilai, memiliki pengalaman akademik maupun manajerial yang cukup panjang di lingkungan UNM.
Selain dikenal sebagai akademisi, Prof Aslinda juga tercatat sebagai perempuan pertama yang dipercaya menduduki jabatan Wakil Rektor Bidang Akademik UNM.
Posisi strategis tersebut memperlihatkan kepercayaan institusi terhadap kapasitas kepemimpinannya dalam mengelola berbagai kebijakan akademik universitas.
Lahir di Pinrang pada 10 Oktober 1969, Prof Aslinda menempuh pendidikan tinggi di Universitas Hasanuddin (Unhas).
Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana (S1) Administrasi Publik pada 1988, kemudian meraih gelar Magister (S2) Administrasi Pembangunan pada tahun 2000, sebelum menyelesaikan program Doktor (S3) Ilmu Administrasi Publik pada 2014.
Perjalanan kariernya di lingkungan UNM menunjukkan pengalaman yang berjenjang.
Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Program Studi Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FIS-H) UNM pada periode 2019–2020.
Selanjutnya, dipercaya menjadi Ketua Program Studi Administrasi Negara FIS-H UNM pada periode 2020–2022.
Pengalaman kepemimpinannya berlanjut ketika menjabat sebagai Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM pada periode 2021–2025.
Setelah itu, pada 2024, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik UNM hingga saat ini.
Dengan latar belakang akademik yang kuat, pengalaman birokrasi kampus, serta rekam jejak kepemimpinan yang dinilai baik, Prof Andi Aslinda menjadi salah satu figur yang mulai mendapat perhatian dalam dinamika Pemilihan Rektor UNM periode 2026–2030.
Sementara, Panitia Pemilihan Rektor menegaskan, seluruh tahapan akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, serta profesionalisme.
Jadwal resmi mengenai pendaftaran bakal calon, penyampaian visi dan misi, proses penyaringan, hingga pelaksanaan pemilihan masih menunggu pengumuman dari panitia.
Pemilihan Rektor UNM diharapkan, dapat menghasilkan pemimpin yang mampu memperkuat tata kelola perguruan tinggi, meningkatkan mutu pendidikan, mendorong inovasi penelitian, memperluas kerja sama strategis, serta menjaga iklim akademik yang kondusif demi mewujudkan UNM sebagai perguruan tinggi yang unggul, berdaya saing, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. (***)