search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Museum Masuk Mal Hadirkan Koleksi Sejarah dan Budaya Sulsel kepada Masyarakat

doelbeckz - Pluz.id Minggu, 23 Agustus 2026 19:00
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel melalui Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan (Disbudpar) Sulsel menggelar kegiatan Museum Masuk Mal di Mal Panakkukang, Makassar.

Kegiatan yang berlangsung 15–20 Agustus 2026 tersebut, menjadi salah satu upaya memperluas akses masyarakat terhadap koleksi museum sekaligus mengenalkan sejarah dan budaya Sulsel.

Kegiatan yang memasuki tahun ketiga penyelenggaraan ini menghadirkan koleksi dari Museum Karaeng Pattingalloang dan Museum La Galigo.

Pengunjung dapat melihat berbagai koleksi sejarah dan budaya, mulai dari batu bata bermotif tapak kaki hewan, naskah kuno I La Galigo, Al Qur’an tulisan tangan, Songkok Recca, hingga mata uang Kerajaan Gowa-Tallo abad ke-16–17, seperti Kupa dan Sudanga.

Sejumlah benda pusaka juga ditampilkan, di antaranya Mata Lembing, Peluru Meriam, dan Selempang Pulaweng.

Selain pameran koleksi, kegiatan tersebut diisi sejumlah aktivitas interaktif yang dapat diikuti pengunjung dari berbagai lapisan masyarakat.

Rangkaian kegiatan meliputi peragaan busana bertema budaya, lomba mewarnai, permainan tradisional dalam rangka memperingati kemerdekaan, serta talkshow sejarah.

Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Disbudpar Sulsel, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Sulsel, dan Manajemen Mal Panakkukang.

Kepala Disbudpar Sulsel, Andi Mirna, mengatakan, Museum Masuk Mal menjadi salah satu cara untuk mendekatkan museum dengan masyarakat, terutama mereka yang belum memiliki kesempatan untuk berkunjung langsung ke museum.

“Ini untuk mendekatkan museum dengan masyarakat. Jadi masyarakat yang sedang di mal berbelanja bisa sekaligus melihat dan mengetahui koleksi museum dari Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulsel,” ujar Andi Mirna.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi sejarah dan budaya Sulsel, khususnya bagi generasi muda.

“Rangkaian kegiatannya bukan hanya menyasar anak-anak, tetapi juga orang dewasa ikut berpartisipasi. Kami berharap kolaborasi lintas pihak terus dibangun untuk memajukan kebudayaan dan kepariwisataan di Sulsel,” katanya.

Sementara, Ketua DWP Sulsel, Melani Simon Jufri, menyambut baik pelaksanaan Museum Masuk Mal.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan peran DWP dalam mendukung pembangunan daerah, termasuk melalui kegiatan sosial dan budaya.

“Kami sangat mendukung upaya pelestarian budaya melalui kegiatan kreatif seperti ini. DWP Sulsel berkomitmen menjadi mitra aktif pemerintah dalam membangun kesadaran sejarah dan kecintaan terhadap warisan budaya, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Melani.

Berakhirnya kegiatan Museum Masuk Mal diharapkan dapat memperluas kesempatan masyarakat untuk mengenal koleksi museum serta meningkatkan ketertarikan terhadap sejarah dan budaya Sulsel.

Melalui kegiatan di ruang publik seperti pusat perbelanjaan, museum diharapkan semakin mudah diakses dan menjadi salah satu ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenal sejarah serta warisan budaya daerah. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top