Masjid H Muhammad Suyuthi Watampone Maulid Nabi
PLUZ.ID, BONE – Masjid H Muhammad Suyuthi di Jalan S Musi 38, Watampone, Kabupaten Bone, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA atau selepas Salat Asar berjemaah ini, terbuka untuk umum.
Peringatan Maulid Nabi kali ini mengangkat momentum 12 Rabi’ul Awal 1448 Hijriah.
Acara ini, diselenggarakan Yayasan Haji Abdul Rachman Suyuthi bersama sejumlah lembaga dan komunitas yang berada di bawah pembinaan yayasan, di antaranya Pondok Tahfidz Hj Halidjah Abdullah, Majelis Taklim As-Syuyuhi, Tahfidz Night Program, Tahfidz Weekend, dan TPA As-Suyuthi.
Rangkaian kegiatan diawali pembukaan yang dipandu Rhaodya Qafidah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Bone, selaku protokol.
Selanjutnya, jemaah mengikuti pembacaan ayat suci Al Qur’an yang dibawakan Ardiansyah Maulana Putra.
Ketua Pengurus Masjid H Muhammad Suyuthi, Muhammad Said, kemudian menyampaikan kata pengantar.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Yayasan Haji Abdul Rachman Suyuthi sekaligus Penasehat Masjid H Muhammad Suyuthi, Faizal Suyuthi.
Suasana peringatan semakin semarak dengan hadirnya Andi Muh Resky Ramdani, sebagai pembawa hikmah Maulid. Ia dikenal sebagai Dai Nasional Mitra Polri Polda Sulsel.
Melalui hikmah Maulid, jemaah diajak kembali mengenang perjuangan dan keteladanan Nabi Muhammad SAW, sekaligus menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Peringatan Maulid kemudian ditutup dengan pembacaan doa, M Yusuf yang merupakan Imam Pengganti Masjid H Muhammad Suyuthi.
Ketua Yayasan Haji Abdul Rachman Suyuthi sekaligus Penasehat Masjid H Muhammad Suyuthi, Faizal Suyuthi, mengatakan, selain menjadi momentum untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pengurus masjid, jemaah, keluarga besar Yayasan Haji Abdul Rachman Suyuthi, serta masyarakat umum.
“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid H Muhammad Suyuthi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi mampu menumbuhkan semangat untuk mengamalkan nilai-nilai keislaman dan keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat,” jelas Faizal Suyuthi, yang merupakan pengusaha di bidang jasa konsultan ini. (***)