Andi Utta Ajak Dai Perkuat Ketahanan Pangan dan Dorong Masyarakat Lebih Produktif
PLUZ.ID, BULUKUMBA – Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, mengajak para dai dan mubalig di Kabupaten Bulukumba untuk turut mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Andi Utta saat menghadiri Silaturahmi Dai dan Mubalig se-Kabupaten Bulukumba di Aula Kahayya, Lantai 4 Gedung Pinisi Bulukumba, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Bulukumba.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Utta meminta para dai dan mubalig agar tidak hanya menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga ikut memberikan edukasi yang mendorong perubahan perilaku dan pola pikir masyarakat.
“Pemerintah adalah pemberi solusi. Begitu pun dai diharapkan untuk terus mengedukasi masyarakat,” kata Andi Utta.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya diukur dari kemajuan infrastruktur. Pembangunan yang sesungguhnya juga harus diikuti dengan perubahan pola pikir masyarakat agar mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan.
“Kita harus ubah mindset, dari pemalas menjadi pekerja. Tentu semua ini tidak mudah. Makanya peran dai sangat penting dalam membimbing masyarakat,” ungkapnya.
Andi Utta mengatakan, selama kurang lebih enam tahun memimpin Bulukumba, pembangunan infrastruktur relatif dapat dilakukan dengan baik. Sejumlah pembangunan monumental telah diwujudkan, di antaranya Gedung Pinisi, kawasan Pantai Merpati, dan Gedung Ammatoa.
Namun, tantangan terbesar bukanlah membangun infrastruktur, melainkan membangun mentalitas dan pola pikir masyarakat.
“Saudaraku para dai, bantu saya untuk masyarakat. Kuncinya masyarakat harus memaksimalkan potensi yang ada. Masyarakat membutuhkan keteladanan, dan tokoh agama harus menjadi contoh,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan para tokoh agama agar pesan-pesan yang disampaikan kepada masyarakat terlebih dahulu tercermin dalam kehidupan sehari-hari.
“Saudaraku semua harus jadi contoh. Jangan hanya bisa berbicara menyampaikan sesuatu, tetapi tidak bisa dicontoh,” katanya.
Bupati berlatar belakang pengusaha ini, menilai, penguatan ekonomi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
Menurutnya, ketika kondisi ekonomi masyarakat semakin baik dan mandiri, berbagai persoalan sosial juga dapat ditekan. Stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas), kehidupan sosial, hingga kualitas pelaksanaan ibadah diyakini akan ikut membaik.
“Di sinilah peran dai untuk memberi pemahaman bahwa kemandirian ekonomi adalah ibadah. Mari sama-sama mendorong perubahan dari masyarakat konsumtif menjadi masyarakat produktif,” jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap, para dai dapat menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi mampu menciptakan nilai tambah melalui berbagai potensi yang ada di lingkungan masing-masing.
Sementara, Pimpinan Baznas Kabupaten Bulukumba, Muhammad Yusuf Shandy, dalam laporannya menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan wadah untuk memperkuat hubungan dan komunikasi antara pemerintah, Baznas, para dai, mubalig, serta organisasi kemasyarakatan Islam di Kabupaten Bulukumba.
Ia menyebutkan, sebanyak 27 organisasi dai, mubalig, dan ormas Islam diundang dalam kegiatan silaturahmi tersebut.
“Agenda ini bertujuan untuk menjalin keakraban satu sama lain dan mempererat tali silaturahmi. Ini juga berdasarkan arahan dari Bapak Bupati akhir tahun lalu untuk terus bersilaturahmi dengan da’i, mubalig, dan tokoh-tokoh agama,” ujarnya.
Selain Bupati Andi Utta, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bulukumba Abd Rafik, serta mantan Ketua Baznas Kota Makassar Ashar Temanggong.
Turut hadir Kabag Kesra Setda Bulukumba, Syamiah, Ketua Baznas Kabupaten BulukumbaKamaruddin, Ketua DMI Bulukumba Andi Mattotorang, serta sejumlah tokoh agama dan undangan lainnya. (***)