search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Teknologi dan Praktik Berkelanjutan Vale Dorong Transformasi Industri Pertambangan di Morowali

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 22 September 2026 23:48
Ilustrasi. foto: istimewa
Ilustrasi. foto: istimewa

PLUZ.ID, PALU – Transformasi industri pertambangan membutuhkan pendekatan menyeluruh yang mengintegrasikan teknologi dan praktik berkelanjutan.

PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), anggota Grup Mining Industry Indonesia (MIND ID), menerapkan pendekatan tersebut untuk mewujudkan kegiatan pertambangan yang aman, bertanggung jawab, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang.

Komitmen itu disampaikan dalam Jambore Pertambangan dan Forum Kepala Teknik Tambang (FKTT) Sulawesi Tengah 2026 yang berlangsung pada 22–23 September 2026 di Palu.

Mengangkat tema ‘Pertambangan Ramah Lingkungan untuk Generasi Mendatang dan Peradaban Berkelanjutan’, forum ini menjadi ruang berbagi praktik terbaik antara pemerintah, industri, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya.

Senior Manager Bahodopi Operations PT Vale, Sarjan Soleman, mengatakan, pengelolaan sumber daya mineral perlu ditempatkan dalam kerangka yang lebih luas dengan mempertimbangkan kinerja operasional, keselamatan pekerja, perlindungan lingkungan, dan manfaat bagi masyarakat.

“Bagi PT Vale, pertambangan berkelanjutan bukan hanya mengenai bagaimana kami mengelola sumber daya mineral, tetapi juga bagaimana memastikan setiap kegiatan dijalankan secara bertanggung jawab dengan memperhatikan keselamatan, lingkungan, masyarakat, dan kepentingan generasi mendatang,” ujar Sarjan.

Di Kabupaten Morowali, PT Vale memasuki tahap produksi pada 2025 setelah menjalankan persiapan dan pembangunan infrastruktur sejak 2023.

Pengembangan operasi menerapkan prinsip good mining practices, meliputi keselamatan dan kesehatan kerja, tata kelola operasional, konservasi sumber daya, reklamasi dan rehabilitasi lahan, pengelolaan keanekaragaman hayati, serta pemberdayaan masyarakat.

Dalam forum tersebut, PT Vale membagikan penerapan teknologi digital pada kegiatan pertambangan di Bungku Timur, Kabupaten Morowali.

Salah satunya melalui Minerva, sebuah Mine Management System yang memungkinkan aktivitas dan peralatan di area operasi dipantau secara real time, mulai dari pergerakan alat dan kegiatan penambangan hingga kondisi jalan tambang.

“Minerva kami terapkan agar peralatan untuk kegiatan konstruksi maupun penambangan dapat dipantau secara terintegrasi. Informasi tersebut membantu kami melihat kondisi aktual di lapangan dan mengambil keputusan berbasis data,” jelas Sarjan.

PT Vale juga menggunakan sistem high precision pada excavator untuk membantu operator melakukan penggalian berdasarkan desain dan parameter teknis yang telah ditetapkan.

Teknologi ini meningkatkan akurasi pekerjaan, mengurangi ketergantungan pada patok survei konvensional, serta mendukung konservasi sumber daya mineral.

Bagi PT Vale, digitalisasi merupakan bagian dari sistem pengelolaan pertambangan yang menghubungkan produktivitas dengan keselamatan, efisiensi, dan pengelolaan dampak lingkungan.

Penerapannya berjalan beriringan dengan kolaborasi bersama pemerintah daerah, masyarakat, karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Sejalan dengan tujuan Perseroan, di Morowali kami hadir untuk meningkatkan kualitas hidup dan membangun masa depan yang lebih baik, bersama. Tujuan tersebut membutuhkan keterlibatan dan kerja sama yang konsisten dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Sarjan.

Wagub Sulteng Harap Praktik PT Vale Menjadi Rujukan

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A Lamadjido, turut menekankan pentingnya keselarasan antara pertumbuhan industri, penerapan standar, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Ia menilai, pengembangan fasilitas pengolahan High Pressure Acid Leach (HPAL) di Sambalagi, Morowali, telah dirancang dengan memperhatikan standar yang berlaku.

“Salah satu contoh penerapan industri yang bagus ada di Sambalagi, Morowali, melalui pengembangan pabrik HPAL. Menurut saya, itu sudah bagus sekali karena dirancang sesuai dengan standar yang ada. Harapannya, hal seperti ini dapat terus dipertahankan,” ujar Reny.

Menurutnya, perkembangan kegiatan pertambangan harus berjalan seiring dengan kemajuan wilayah dan masyarakat di sekitarnya.

“Kita senang ada tambang, tetapi harus sejalan dan berkembang bersama masyarakat di dalamnya. Yang paling penting adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat berjalan secara berkesinambungan,” lanjutnya.

Jambore Pertambangan dan FKTT Sulawesi Tengah 2026 juga membahas kepemimpinan pertambangan, keselamatan kerja, efisiensi operasional, pengelolaan lingkungan, ESG, serta mitigasi dampak kegiatan pertambangan.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Workshop Pertambangan dan Geologi di Universitas Tadulako, 23 September 2026.

“Melalui forum seperti ini, kita dapat saling belajar dan memperkuat praktik yang mendukung pertambangan yang aman, bertanggung jawab, serta memberikan manfaat jangka panjang,” katanya.

Melalui penerapan di lapangan dan pertukaran pengetahuan dalam forum industri, PT Vale memperkuat kontribusinya bersama MIND ID dalam mendorong kemajuan industri pertambangan nasional.

Integrasi teknologi, keselamatan, pengelolaan lingkungan, dan kolaborasi menjadi landasan perusahaan untuk menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan generasi mendatang. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top