Badris Salam Nakhodai REI Sulsel 2026-2029
PLUZ.ID, MAKASSAR – Badris Salam resmi menakhodai Dewan Pengurus Daerah (DPD) Realestat Indonesia (REI) Sulsel periode 2026-2029.
Badris terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah (Musda) XV REI Sulsel 2026 di Hotel Claro Makassar, Rabu (7/10/2026).
Tak lama setelah ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi, Badris bersama kepengurusan DPD REI Sulsel periode 2026-2029 langsung dilantik Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) REI, Joko Suranto, sore hari.
Usai pelantikan, Badris yang akrab disapa HBS, akronim Haji Badris Salam, menyampaikan sambutan perdananya sebagai Ketua DPD REI Sulsel.
Ia menegaskan, jabatan tersebut bukan sekadar posisi organisasi ataupun kemenangan dalam sebuah kontestasi.
“Kepercayaan yang diberikan kepada saya untuk menahkodai DPD REI Sulawesi Selatan periode 2026 sampai 2029 bukanlah sekadar sebuah jabatan atau kemenangan sebuah kontestasi. Ini adalah sebuah amanah besar, sebuah tanggung jawab moral dan panggilan pengabdian,” katanya.
HBS mengatakan, sejak awal pencalonan, dirinya tidak ingin proses musda dipandang sebagai pertarungan mengenai siapa yang menang dan siapa yang kalah.
Menurutnya, seluruh proses tersebut harus menjadi momentum untuk merajut kebersamaan dan memperkuat organisasi.
“Perjalanan kita bukanlah tentang siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana kita merajut asa bersama,” ujarnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan anggota REI Sulsel.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi energi untuk menjalankan amanah kepemimpinan selama tiga tahun ke depan.
Di bawah kepemimpinannya, HBS ingin memastikan rumah besar REI Sulsel berdiri semakin kokoh dengan tiga fondasi utama, yakni solidaritas, inklusivitas, dan kolaborasi, serta properti yang berdampak.
Pertama, solidaritas tanpa batas.
HBS mengatakan, seluruh anggota REI Sulsel harus mendapat ruang dan peran yang sama, tanpa melihat besar kecilnya skala usaha.
“Pengembang pemula, menengah, hingga senior memiliki hak dan peran yang sama pentingnya dalam menghidupkan ekosistem perumahan di Sulawesi Selatan. Rumah besar ini adalah milik kita bersama,” tegasnya.
Kedua, memperkuat inklusivitas dan kolaborasi.
HBS mendorong REI Sulsel memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, perbankan, mitra strategis dan pemangku kepentingan lainnya.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menghadapi dinamika sektor properti sekaligus mendukung penyediaan rumah subsidi yang layak dan terjangkau bagi masyarakat Sulsel.
Ketiga, menghadirkan properti yang berdampak.
Bagi HBS, menjadi pengembang tidak hanya berkaitan dengan bisnis dan angka penjualan. Industri properti juga harus mampu menghadirkan hunian yang manusiawi, ramah lingkungan dan memberikan dampak sosial bagi masyarakat.
“Menjadi pengembang bukan hanya soal bisnis dan angka penjualan, tetapi juga tentang menghadirkan hunian yang manusiawi, ramah lingkungan, serta memberikan dampak sosial yang positif bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan,” tuturnya.
Dalam sambutannya, HBS juga mengutip Surah Ash-Shaff ayat 4 yang menggambarkan orang-orang yang berjuang dalam barisan yang teratur seperti bangunan yang kokoh.
Menurutnya, filosofi tersebut sangat dekat dengan dunia pengembang.
“Filosofi bangunan yang kokoh ini tentu sangat dekat dengan keseharian kita sebagai pengembang,” katanya.
Oleh karena itu, setelah seluruh rangkaian kontestasi Musda berakhir, HBS mengajak seluruh anggota kembali menyatukan barisan dan bekerja bersama.
“Waktu untuk berkontestasi telah usai. Mari kita satukan barisan, eratkan persaudaraan, dan mulai bekerja nyata demi kemajuan REI Sulawesi Selatan yang kita cintai ini,” ujarnya.
HBS mengatakan, tantangan sektor properti ke depan sudah menanti. Ia ingin REI Sulsel terus mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya melalui sektor properti dan perumahan rakyat.
Kepada para senior dan sesepuh organisasi, HBS meminta bimbingan dan teguran selama menjalankan amanah kepemimpinan.
“Kepada para senior dan sesepuh organisasi, bimbingan dan teguran senantiasa kami harapkan agar kami tidak salah melangkah,” katanya.
Sementara kepada jajaran pengurus yang baru dilantik, ia meminta seluruhnya menyiapkan tenaga, pikiran dan komitmen untuk melayani anggota.
Menutup sambutannya, HBS menyampaikan pesan yang menggambarkan keyakinannya setelah melewati seluruh proses menuju kepemimpinan REI Sulsel.
“Apa yang sudah terukur sudah pasti tidak akan tertukar. Apa yang sudah menjadi takdir, sudah pasti akan hadir,” pungkasnya. (***)