Kritik Keras Kopling Sulsel: Pemilik PenaLutim Diduga Rekayasa Berita Permohonan Maaf Vale Demi Kepentingan Pribadi

PLUZ.ID, MAKASSAR – Koalisi Pemikir Literasi dan Gagasan (Kopling) Sulsel melayangkan kritik tajam terhadap produk pemberitaan media siber PenaLutim.

Koordinator Kopling Sulsel, Ramlah Rahayu, menilai, narasi yang dibangun media tersebut, telah mencederai marwah pers dan membawa citra media siber di Sulsel.

“Saat media siber diharapkan menjadi sumbu literasi dan wadah gagasan yang konstruktif, PenaLutim justru selalu membuat pemberitaan yang menyesatkan dan memelintir fakta,” tegas Ramlah dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).

Kritik keras ini mencuat setelah Kopling Sulsel menerima informasi mengenai dugaan pelanggaran kode etik dalam proses jurnalistik di PenaLutim.

Ramlah Rahayu membeberkan, pihak redaksi diduga kuat tidak pernah melakukan wawancara langsung dengan narasumber dari pihak manajemen perusahaan tersebut.

“Kami menerima informasi valid bahwa karyawan PT Vale yang namanya dicantumkan dalam berita PenaLutim sebenarnya tidak pernah diwawancarai oleh redaksi mereka. Berita ini sengaja ditayangkan oleh pemilik PenaLutim berinisial RM untuk mengakali publik,” ungkap Ramlah.

Memanfaatkan Organisasi Masyarakat dan Intimidasi Kontraktor

Lebih lanjut, Kopling Sulsel membongkar dugaan penyalahgunaan profesi jurnalis yang dilakukan RM untuk keuntungan personal.

RM dituding memanfaatkan Forum Komunikasi Masyarakat Balambano (FKMB) sebagai tameng, padahal yang bersangkutan kerap menerima fasilitas dari pihak PT Vale.

“RM ini memanfaatkan posisi dan institusi persnya dengan tendensi negatif. Tindakan menyalahgunakan profesi jurnalis demi kepentingan pribadi seperti ini sangat merusak citra media siber Sulsel dan dunia jurnalistik secara keseluruhan,” seru Ramlah.

Dugaan rekayasa ini, merujuk pada pemberitaan PenaLutim sebelumnya yang mengeklaim, manajemen PT Vale Indonesia Tbk telah menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada Risal Mujur (RM).

Dalam berita PenaLutim tersebut, Senior Koordinator Eksternal PT Vale, Iskandar Ismail, dinarasikan mengaku lalai karena menyebarkan isu miring bahwa RM mencari keuntungan pribadi di tengah polemik penolakan warga terhadap rute proyek pipa minyak di Desa Balambano.

Namun, Kopling Sulsel mengendus, klaim permohonan maaf dan pengakuan kelalaian dari pihak PT Vale yang dimuat oleh PenaLutim tersebut merupakan skenario sepihak yang dirancang oleh RM. Hal ini diduga sengaja dilakukan untuk membersihkan nama baiknya sekaligus mengamankan posisinya dalam konflik kepentingan proyek jalur pipa minyak tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi PenaLutim maupun RM belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan serius yang dilayangkan oleh Kopling Sulsel. (***)

Berita Terkait
Baca Juga