search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Hari Jadi Sulsel Ke-357, Andi Sudirman Sulaiman Perkuat Infrastruktur dan Ekonomi Kerakyatan

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 20 Oktober 2026 07:00
Andi Sudirman Sulaiman. foto: istimewa
Andi Sudirman Sulaiman. foto: istimewa

PLUZ.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman, menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta mewujudkan swasembada pangan.

Hal tersebut disampaikan Andi Sudirman dalam Rapat Paripurna Peringatan Hari Jadi Sulsel ke-357, yang mengusung tema ‘Ekonomi Tumbuh, Swasembada Pangan, Jaya Infrastruktur’ di Kantor DPRD Provinsi Sulsel, Senin (19/10/2026).

Sidang paripurna ini dipimpin Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi, didampingi para wakil ketua.

Turut hadir Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulsel, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sulsel, serta pimpinan lembaga dan instansi vertikal di Sulsel.

Andi Sudirman mengatakan, pemerintah provinsi akan melanjutkan dan memperkuat berbagai program yang telah berjalan, termasuk pembangunan infrastruktur melalui skema kontrak tahun jamak (Multiyears Project/MYP) periode 2025–2027 senilai Rp3,7 triliun.

“Ke depan, kita tentu harus lebih memperkuat program-program yang sudah dijalankan. Ada program prioritas kita Multi Years Project yang sekarang sedang berjalan. Kita berharap pelaksanaannya bisa dipercepat untuk tahun 2026 ini dan 2027,” kata Andi Sudirman.

Ia juga mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulsel pada triwulan II 2026, ekonomi Sulsel tumbuh 5,59 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,29 persen.

“Capaian ekonomi Sulawesi Selatan yang tumbuh membanggakan ini merupakan hasil kolektif bersama. Ini didorong oleh semakin kokohnya sektor-sektor unggulan kita, mulai dari sektor pertanian, perdagangan, konstruksi, hingga industri pengolahan,” ungkapnya.

BPS mencatat, jumlah penduduk miskin di Sulsel pada Maret 2026 mencapai 669,63 ribu orang atau 7,24 persen dari total penduduk. Jumlah tersebut berkurang 15,51 ribu orang dibandingkan dengan September 2025.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada Mei 2026 tercatat sebesar 4,66 persen, turun 0,29 poin persentase dibandingkan Februari 2026. Sementara itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada 2025 mencapai 75,92, meningkat 0,74 poin dibandingkan dengan capaian 2024 sebesar 75,18.

Selain infrastruktur, Pemprov Sulsel akan memperkuat program yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah.

Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan pasar murah menjadi salah satu bahan evaluasi bagi pemerintah untuk terus menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan warga.

Hal itu terlihat dalam rangkaian kegiatan Sulsel Expo and Culinary, pasar murah, job fair, jalan sehat Anti Mager, hingga kirab swasembada pangan yang berlangsung pada 16–18 Oktober 2026.

Upaya tersebut akan diperkuat melalui pemberdayaan UMKM dan berbagai aksi konkret di daerah yang membutuhkan perhatian lebih.

“Kita ingin melihat bagaimana animo masyarakat terhadap pasar murah kemarin, termasuk pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Sejalan dengan tema Hari Jadi ke-357 Sulsel, penguatan ekonomi, ketahanan pangan, dan pembangunan infrastruktur diharapkan dapat berjalan beriringan guna mendorong kemajuan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kita ingin ada aksi-aksi konkret di wilayah-wilayah, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah, termasuk pengentasan kemiskinan dan pembangunan rumah layak huni,” sambung Andi Sudirman.

Untuk itu, Gubernur Andi Sudirman berencana mengembangkan sejumlah sentra pergerakan ekonomi, termasuk melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan ruang publik di beberapa titik wilayah.

Pembangunan ruang publik tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan dan kenyamanan masyarakat, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku UMKM untuk mengembangkan usaha.

“Pembangunan ke depan juga harus menghadirkan sentra-sentra pergerakan ekonomi, misalnya ruang terbuka hijau dan ruang publik yang akan kita bangun di beberapa titik. Harapannya, ruang-ruang ini bisa mendukung kegiatan bermasyarakat sekaligus membuat ekonomi terus berputar,” pungkas Andi Sudirman. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top