70 Peserta Ikuti Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar di Makassar
PLUZ.ID, MAKASSAR – Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Makassar yang juga Wakil Gubernur Sulsel, Fatmawati Rusdi, membuka Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar (KPD) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung hingga 11 November 2026 ini, diikuti 70 peserta dari Kota Makassar dan sejumlah daerah lainnya.
Fatmawati mengatakan, kursus tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial atau upaya memperoleh sertifikat. KPD menjadi wadah peningkatan kompetensi calon pelatih yang nantinya bertugas membina dan menggerakkan para pembina Pramuka di berbagai gugus depan.
Menurutnya, kualitas Gerakan Pramuka sangat ditentukan oleh kapasitas sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya. Karena itu, pelatih dan pembina perlu terus mengembangkan kemampuan, memperbarui pengetahuan, serta menyesuaikan metode pendidikan dengan perubahan zaman.
“Keberhasilan peningkatan kualitas tersebut sangat ditentukan oleh keberadaan para pelatih yang berkompeten, profesional, dan juga memiliki komitmen yang kuat,” ujar Fatmawati dalam sambutannya.
Ia menilai, tantangan pembinaan generasi muda semakin kompleks seiring perkembangan teknologi digital dan perubahan pola interaksi sosial.
Kemudahan mengakses informasi melalui gawai harus diimbangi pendampingan dan penguatan karakter agar generasi muda tidak terjerumus dalam berbagai persoalan sosial.
Fatmawati menyoroti sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian bersama, mulai dari tawuran, penyalahgunaan narkoba, hingga penggunaan rokok elektronik (vape).
Ia juga mengingatkan risiko kejahatan di ruang digital, seperti judi online, pinjaman online, serta ancaman Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Menurutnya, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membangun karakter sekaligus melindungi generasi muda melalui pendidikan nilai, kedisiplinan, dan pembentukan ketahanan diri.
“Ketika terpatri jiwa Pramuka dari sejak kecil, insya Allah itu satu proteksi,” tuturnya.
Fatmawati menyampaikan tiga pesan utama kepada peserta KPD.
Pertama, meningkatkan kompetensi dan profesionalisme melalui penguasaan materi serta keterbukaan terhadap perkembangan teknologi dan metode pendidikan.
Kedua, menjadi teladan dengan mengamalkan nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari. Ketiga, membangun jejaring dan kolaborasi untuk memperkuat Gerakan Pramuka.
Ia juga mengingatkan bahwa kecakapan digital perlu diimbangi dengan ketahanan mental dan karakter.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya memiliki kemampuan mengakses informasi dan teknologi, tetapi juga harus mampu menghadapi tekanan, mengambil keputusan secara bijak, dan bertanggung jawab atas tindakannya.
“Tidak ada kerja hebat yang dilaksanakan oleh satu individu, tetapi kerja hebat itu bisa dihasilkan dengan kerja tim yang kuat dan kolaborasi jejaring di dalamnya,” kata Fatmawati.
Ia berpesan agar seluruh peserta mengikuti rangkaian kursus dengan disiplin dan sungguh-sungguh.
Kegiatan tersebut juga harus dimanfaatkan untuk bertukar gagasan, memperluas jaringan, serta memperkuat kapasitas sebagai calon pelatih.
“Jadilah pembelajar yang rendah hati, pelatih yang baik hati, dan tidak mau berhenti belajar. Mau menerima masukan dan sabar dalam membimbing,” pesannya.
Fatmawati berharap, KPD melahirkan pelatih yang tidak hanya menguasai kemampuan teknis, tetapi juga berintegritas, berkarakter, dan mampu menjadi teladan bagi para pembina maupun peserta didik.
Ia menegaskan, penguatan kualitas pelatih merupakan bagian penting dari upaya menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan generasi muda yang relevan dengan tantangan zaman.
Melalui penguatan tersebut, Gerakan Pramuka diharapkan terus berkontribusi membentuk generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
“Semoga dengan kegiatan ini kita akan mencetak pelatih yang punya teladan, pembina yang berkualitas sehingga Gerakan Pramuka di Kota Makassar semakin unggul ke depannya,” tutup Fatmawati.
Sementara, Ketua Panitia KPD, Masdir, melaporkan kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai 6 hingga 11 November 2026.
Peserta merupakan pembina Pramuka yang telah mengikuti Kursus Mahir Lanjutan (KML) dan memenuhi persyaratan yang ditentukan.
Sebanyak 70 peserta mengikuti kursus tersebut. Tim pelatih berasal dari unsur pendidikan dan pelatihan Gerakan Pramuka tingkat nasional, daerah Sulsel, serta cabang Kota Makassar.
Sementara itu, panitia penyelenggara melibatkan unsur Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Sulsel dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Makassar.
Masdir menyampaikan, pembiayaan kegiatan bersumber dari APBD Kota Makassar dan iuran peserta. Ia juga mengapresiasi dukungan dan dorongan Fatmawati selaku Ketua Kwarcab Kota Makassar terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Penyelenggaraan KPD ini, mengacu pada Keputusan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Susel Nomor 043 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Kursus Pelatih Pembina Pramuka Tingkat Dasar di Kwartir Cabang Kota Makassar. (***)