search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Guru Penggerak, Guru Mana yang Akan Digerakkan???

doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 04 Juli 2020 07:17
Muhammad Ramli Rahim. foto: istimewa.
Muhammad Ramli Rahim. foto: istimewa.

PLUZ.ID, MAKASSAR – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (3/7/2020), meluncurkan program Guru Penggerak, saya pun sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) diminta membuat video testimoni terkait guru penggerak.

Program Guru Penggerak adalah cara baru Kemdikbud yang selama ini sudah menggunakan segala macam cara, namun selalu saja gagal meningkatkan kompetensi guru Indonesia. Melihat perencanaannya program Guru Penggerak ini, akan berjalan beriringan dengan organisasi penggerak yang saat ini dalam proses visitasi untuk pembuktian terhadap seluruh berkas yang telah disetorkan.

Ada harapan di balik program guru penggerak ini, karena menurut kami di Ikatan Guru Indonesia, cara ini adalah cara yang ditempuh Ikatan Guru Indonesia empat tahun yang lalu ketika mencoba menggerakkan guru-guru Indonesia meningkatkan kompetensi guru Indonesia dalam program pelatihan literasi produktif yang tidak lagi bergantung kepada dosen atau perusahaan-perusahaan dalam meningkatkan kompetensi guru Indonesia, tapi berusaha semaksimal mungkin memaksimalkan guru-guru terbaik Indonesia untuk berbagi dan saling menumbuhkan terhadap guru-guru lainnya di seluruh Indonesia.

Gerakan Ikatan Guru Indonesia ternyata sangat efektif, dalam tiga tahun pertama, Ikatan Guru Indonesia sukses melatih lebih dari 1,5 juta guru di Indonesia dan berhasil melahirkan lebih dari 1.000 guru pelatih yang ternyata dalam kondisi wabah pandemi Covid-19 paling siap dalam menjalankan program pembelajaran yang efektif dan menyenangkan meskipun dalam sistem jarak jauh.

Bahkan guru-guru pelatih ini bergerak cepat melatih guru-guru lainnya tanpa membutuhkan anggaran negara dan tanpa perlu instruksi dari pemerintah. Dalam kondisi pandemi Covid-19, hanya dalam tiga bulan Ikatan Guru Indonesia sukses menyelenggarakan 1.458 pelatihan guru di hampir seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia secara online dan melibatkan hampir 300.000 guru di seluruh Indonesia.

Pertanyaannya kini adalah mampukah Kemdikbud dengan dana yang begitu besar melampaui capaian Ikatan Guru Indonesia yang tidak bergantung pada anggaran negara?

Lalu pertanyaan lain yang muncul di benak kami adalah “sebenarnya yang akan digerakkan oleh Kemendikbud ini, guru yang mana” mengingat guru Indonesia akan mengalami kepunahan.

Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sendiri menyebutkan bahwa jumlah guru di tahun 2019-2020 untuk jenjang SD hanya 744.763, jenjang SMP hanya 32.530, jenjang SMA hanya 13.755, dan jenjang SMK hanya 7.277.

Selebihnya diisi guru-guru dengan status yang tidak jelas dengan pendapatan yang juga tak jelas yang biasa diberi status honorer. Belum lagi ada 72.976 yang akan pensiun 2020 ini, tahun depan ada 69.757 guru pensiun, tahun 2022 ada 86.650 guru pensiun, lalu 2023 ada 83.841 pensiun dan di tahun 2024 78.420 yang pensiun. Artinya guru-guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang dimiliki Indonesia saat ini adalah guru-guru super senior yang sebentar lagi pensiun.

Data ini sangat mengerikan dan faktanya di lapangan sangat banyak sekolah yang jumlah guru PNS hanya satu orang itupun menjabat sebagai kepala sekolah. Kejadian itu bukan hanya terjadi di pelosok, tetapi juga di perkotaan. Semoga Mas Menteri tak heran dengan kenyataan ini.

Lalu guru mana yang akan digerakkan Kemdikbud untuk program Guru Penggerak ini?

Apakah guru honorer yang status dan pendapatannya tak jelas atau guru-guru yang sudah berada di ambang akhir masa kerja dan segera pensiun?

Di sini posisi tak jelasnya Guru Penggerak, termasuk tak jelasnya peta jalan pendidikan Indonesia yang sama sekali tak membahas rencana detail rekruitmen guru.

Belum lagi Mendikbud yang konon kabarnya lebih sering diluar negeri daripada di dalam negeri. (***)

Muhammad Ramli Rahim
Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top