search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Lahan Pekuburan Tempat Belajar

Balla Pendidikan Berbasis Online
doelbeckz - Pluz.id Sabtu, 04 Juli 2020 17:00
BELAJAR ONLINE. Pelajar tingkat SD sedang mengikuti proses belajar sistem online di atas lahan Tempat Pekuburan Umum (TPU) Dadi Makassar, Jumat (3/7/2020). foto: doelbeckz/pluz.id
BELAJAR ONLINE. Pelajar tingkat SD sedang mengikuti proses belajar sistem online di atas lahan Tempat Pekuburan Umum (TPU) Dadi Makassar, Jumat (3/7/2020). foto: doelbeckz/pluz.id

PULUHAN anak-anak Sekolah Dasar (SD) berpakaian seadanya. Bahkan, hanya menggunakan alas kaki sendal sedang serius mendengarkan arahan dari instruktur yang hampir tidak jauh usianya dengan mereka.

Terpancar jelas keseriusan, semangat, dan keceriaan dari muka mereka. Anak-anak tersebut baru satu pekan ini, kembali mengecap pendidikan sejak pandemi virus corona (Covid-19) dan diterapkanya sekolah dari rumah atau online kurang lebih tiga bulan terakhir ini.

Anak-anak tingkat Sekolah Dasar (SD) tersebut sedang mengikuti proses belajar di dalam bangunan sementara berukuran
6×5 meter beralaskan tanah kuburan yang hanya memiliki enam meja dengan jumlah murid sekitar 30 orang. Mereka dipandu tiga orang instruktur, Jumat (3/7/2020).

“Selama ini, hampir tiga bulan terakhir ini, mereka tidak pernah lagi belajar, meskipun sebenarnya pemerintah menetapkan kebijakan belajar dari rumah. Makanya ketika kita buka ini, mereka bersemangat belajar dan bukan main senangnya,” ujar Dg Ical, Penanggung Jawab Balla Pendidikan Berbasis Online.

Dg Ical mengakui, membuat Balla Pendidikan Berbasis Online ini, karena prihatin dengan kondisi anak sekolah yang kurang mampu di sekitaran Tempat Pekuburan Umum (TPU) Dadi Makassar atau tepatnya di Kampung Tumpang, Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.

Sejak pemerintah menetapkan sekolah dari rumah, pelajar, baik SD, SMP, dan SMA yang berada di lokasi ini, tidak pernah lagi mengecap pendidikan, karena keterbatasan ekonomi.

“Pelajar di sini sangat sulit menjangkau dan mengakses pelajaran secara online, makanya ketika Balla Pendidikan Berbasis Online ini, kita mulai 29 Juni 2020 lalu, mereka (pelajar) dan orang tau murid sangat antusias,” jelasnya.

“Pemerintah dengan mudah mengeluarkan kebijakan belajar dari rumah secara online, tetapi mereka tidak memikirkan bagaimana kemampuan pelajar yang kurang mampu mengakses belajar secara online, seperti pelajar di sini yang sangat kesulitan ekonomi. Apalagi, untuk membeli kuota mengakses internet,” tambahnya.

Dg Ical mengatakan, untuk menunjang proses belajar mengajar di Balla Pendidikan Berbasis Online ini, disediakan layanan WiFi gratis dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, utamanya pakai masker.

“Namun, untuk jaga jarak kita masih terkendala dan terus dibenahi, karena keterbatasan kursi dan meja. Kalau nanti ada tambahan meja dan kursi, maka jaga jarak akan kita terapkan,” ujarnya.

Sementara, mengenai lokasi yang digunakan tempat mendirikan Balla Pendidikan Berbasis Online, Dg Ical punya alasan tersendiri.

“Kenapa lokasinya di atas kuburan, supaya bisa menyentil pemerintah jika di tengah Kota Makassar, utamanya di Maricaya Selatan masih ada daerah kumuh dan banyak warga kurang mampu, namun tetap memiliki semangat tinggi untuk belajar,” terangnya.

“Memang lokasinya di atas kuburan, tetapi tidak menganggu makamnya orang. Kita selalu menekankan kepada anak didik agar menjaga keamanan dan ketertiban serta menjaga adab di kuburan,” tambahnya.

Dg Ical mengakui, dirinya bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Maricaya Selatan, Kecamatan Mamajang Kota Makassar, Aiptu Paleweri, membuat tempat belajar ini, karena prihatin dengan kondisi para pelajar di lokasi ini, yang kesulitan belajar secara online.

“Dengan adanya ‘sekolah’ ini, pelajar SD, SMP, dan SMA di sini bisa mengakses pelajaran melalui online. Di sini kita bagi jadwal belajarnya. Untuk siswa SMP dan SMA sebanyak 30 orang jadwalnya pukul 09.00-12.00 WITA dan SD 30 orang pukul 15.00-17.00 WITA. Sementara, pada malam hari pengajian bersama. Ini berlangsung Senin hingga Jumat, Sabtu senam bersama serta Minggu libur,” bebernya.

“Pengajarnya tiga orang tenaga sukarela. Mereka siswa berprestasi dari sini yang siap membimbing teman-teman dan adek-adeknya,” tambah Dg Ical.

Kehadiran Balla Pendidikan Berbasis Online ini, mendapatkan apresiasi dari orang tua siswa.

Salah seorang orang tua siswa, Nurjannah, mengakui, sangat bersyukur dan terbantu dengan adanya fasilitas ini.

“Kami sebagai orang tua murid ini sangat membantu perekonomian utamanya memenuhi kuota belajar online. Anak-anak juga semangat bersama-sama temannya sekolah belajar di sini,” ujar Nurjannah, yang mengantar anaknya. (***)

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top