search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pemkot Ancam Sanksi Tempat Usaha Pelanggar Perwali 36

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 09 Juli 2020 18:15
Andi Bukti Djufrie. foto: anas/pluz.id
Andi Bukti Djufrie. foto: anas/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 36 tahun 2020 tentang Percepatan Pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19) di Makasar. Aturan ini akan efektif diberlakukan mulai Sabtu (11/7/2020).

Penerbitan Perwali 36 ini, sebagai langkah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Makassar, sehingga semua pihak diminta agar mengikuti protokol kesehatan, termasuk sektor usaha.

Apalagi, aktivitas perekonomian kembali dibuka, seperti pusat perbelanjaan, toko modern, dan pasar. Jika melanggar Perwali 36, Pemkot Makassar tak segan-segan memberikan sanksi.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Makassar, Andi Bukti Djufrie, mengatakan, pihaknya telah mengikuti rapat mengenai Perwali 36 dan pemberian sanksi menjadi salah satu pembahasan.

“Ada beberapa jenis sanksi di dalamnya. Maksimal itu dilakukan penggembokan terhadap tempat usaha,” kata Andi Bukti Djufrie, Kamis (9/7/2020).

Andi Bukti menjelaskan, penindakan berupa gembok tempat usaha jika dalam praktiknya dilapangan tidak mengindahkan teguran hingga tiga kali. Sebab, mekanisme pemberian sanksi itu berdasarkan aturan sampai tiga kali.

“Pencabutan izin itu kondisi terakhir. Pak Wali maunya tidak ada itu karena perekonomian juga dibutuhkan makanya kalau teguran sampai tiga kali tidak dindahkan, maka kita gembok,” ungkapnya. (***)

Penulis : Anas

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top