search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

IDI Kritisi Protokol Kesehatan di Pasar, Ini Tanggapan Dirut PD Pasar

doelbeckz - Pluz.id Selasa, 14 Juli 2020 16:17
Basdir. foto: anas/pluz.id
Basdir. foto: anas/pluz.id

PLUZ.ID, MAKASSAR – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar mengkritisi amburadulnya penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar yang ada di Kota Makassar. Alhasil, kinerja Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar disorot lantaran kurang memiliki perhatian terhadap kesehatan di kawasan pasar.

Terkait hal itu, Direktur Utama (Dirut) PD Pasar Makassar Raya Kota Makassar, Basdir, Selasa (14/7/2020), mengatakan, pihaknya berterima kasih kepada IDI atas kritikan mengenai kondisi pasar yang tidak sedikit pengunjung bahkan pedagang masih mengabaikan protokol kesehatan.

“Kita itu sudah keluarkan Surat Edaran Protokol Kesehatan sejak Maret. Imbauan juga sudah disampaikan, tapi saya berterima kasih kepada IDI, kita anggap itu sebagai perhatian,” ucapnya.

Basdir menjelaskan, penerapan protokol kesehatan di pasar wajib dilakukan. Bahkan, penjagaan ketat dilakukan di pintu-pintu masuk pasar. Namun, masih banyak yang mengabaikan lantaran tingkat kesadaran baik pengunjung maupun pedagang dinilai masih rendah.

“Kita taumi, pedagang pasar beda dengan pedagang di mal. Di pasar, pengunjung dan pedagang tingkat kesadaran dan pendidikan masih rendah,” katanya.

Sebelumnya, diberitakan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar mendesak Penjabat (Pj) Wali Kota, Rudy Djamaluddin, mengevakuasi Direksi Perusahaan Daerah (PD) Pasar Makassar Raya Kota Makassar. Pasalnya, pengelolaan pasar dinilai tidak serius dalam penanganan Covid-19. Terutama dalam hal penerapan protokol kesehatan yang dianggap amburadul.

“Jika tidak bisa ikuti dan melakukan ekstra ordenary yah perlu dievaluasi, kalau perlu dicopot saja. Wali kota harus evaluasi kinerja Direksi PD Pasar,” terang dr Wachyudi Muchsin, Humas IDI Makassar, Minggu (12/7/2020).

<!–nextpage–>

Dokter Yudi, sapaan akrab Wachyudi Muchsin, menjelaskan, pihaknya telah melakukan survei kecil-kecilan. Dimana, ditemukan banyak aktivitas berkumpul, namun tidak mengikuti, bahkan terkesan mengabaikan protokol kesehatan.

“Tidak ada protokol kesehatan yang jelas, tidak ada pembatas antara penjual di semua lods, sehingga terjadi droplet. Bahkan, spanduk ajakan atau imbauan menggunakan masker saja tidak ada terpasang,” bebernya.

Tidak hanya itu, Dokter Koboi, sapaan khas
Wachyudi Muchsin, menilai sebagaian besar pedagang maupun pengunjung mengabaikan penggunaan masker. Sementara, pengelola dalam hal ini PD Pasar tidak memberikan aturan tegas terkait pelanggaran-pelanggaran ini.

“Tidak ada semua, ini seolah-olah diabaikan semua. Padahal, kita tidak tahu yang ada semua datang jangan sampai OTG (Orang Tanpa Gejala). Harusnya ada inisiatif, karena Makassar ini menyeramkan. 80 persen pantuan IDI di pasar tidak pakai masker, tidak jaga jarak dan tidak ada pembatas penjual dengan pembeli,” kesalnya. (***)

Penulis : Anas

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top