search
  • facebook
  • twitter
  • instagram

Pengamat: ‘Golkar Bersih’ Tak Boleh Hanya Slogan

doelbeckz - Pluz.id Kamis, 06 Agustus 2020 08:00
Adi Suryadi Culla. foto: istimewa
Adi Suryadi Culla. foto: istimewa

“Golkar selama ini mengalami kemerosotan, karena banyaknya sorotan termasuk di Sulsel. Beban masa lalu Golkar itu berat, apalagi dianggap sebagai partai warisan orde baru. Komitmen Golkar untuk membangun tampilan baru, sebagai Golkar baru belum terlihat. Seharusnya Golkar melakukan evaluasi yang lebih kritis, agar bisa melakukan revitalisasi menjadi partai yang lebih kuat,” jelasnya.

Diketahui pemilihan Ketua Golkar Sulsel yang digelar 6 Agustus di Jakarta ada empat kandidat yang maju, yakni Hamka B Kady (anggota DPR RI), Supriansa (anggota DPR RI), Taufan Pawe (Wali Kota Parepare), dan Syamsuddin Hamid (Bupati Pangkep).

Adi Suryadi Culla menyarankan agar Musda Golkar Sulsel menjadikan rujukan ‘Golkar Bersih’

“Untuk menjadikan pemimpin di Golkar meski menjadi rujukan itu slogan ‘Golkar Bersih’. Jadi kriteria pemimpin itu harus dilihat dari rekam jejak dengan melihat slogan partai. Rekam jejak itu juga bukan hanya di lihat dari reputasi figur yang bersangkutan sebagai pengurus golkar selama ini. Tapi juga loyalitas juga menjadi indikator,” tegasnya.

“Selain itu, kriteria figur juga dilihat dari segi kematangannya berpolitik, baik posisi selama ini sebagai pejabat publik mapun juga yang lebih khusus sebenarnya integritasnya, rekam jejak seperti slogan tersebut,” tambahnya. (***)

Halaman

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya


To top